Indeks
Landak  

Kuala Behe Landak Nihil Hotspot hingga Akhir September, Polisi Tetap Waspada Karhutla

Kapolsek Kuala Behe IPTU Handoko Warih. Foto: Hendri Marcelleno

KalbarOke.com — Hujan yang mengguyur Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, dalam beberapa hari terakhir membawa kabar baik bagi upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Hingga akhir September 2026, tidak ada titik panas atau hotspot yang terpantau di wilayah tersebut.

Kondisi itu disampaikan Kapolsek Kuala Behe IPTU Handoko Warih saat ditemui di Mapolsek Kuala Behe, Desa Kuala Behe, Selasa, 29 September 2026. Menurut Handoko, aktivitas pembukaan lahan dan berladang sempat memunculkan sejumlah titik panas pada awal Juli 2026. Namun, jumlahnya tidak banyak dan setelah periode tersebut tidak kembali ditemukan titik api.

“Untuk titik api saat ini sudah tidak ada. Biasanya musim berladang di sini pada awal Juli dan Agustus. Ada sebagian titik, itu pun tidak banyak. Dari bulan Juli, selanjutnya sudah tidak ada,” kata Handoko.

Curah hujan yang meningkat turut membantu menekan potensi kebakaran. Kondisi tersebut juga membuat kabut asap yang sebelumnya sempat terasa di sejumlah wilayah berangsur menghilang.

Meski situasi relatif aman, kepolisian tidak menganggap ancaman karhutla selesai. Polsek Kuala Behe bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) tetap melakukan pemantauan dan mengingatkan masyarakat agar berhati-hati ketika membuka lahan. “Kondisi saat ini sangat aman untuk titik hotspot,” ujarnya.

Selain karhutla, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat atau Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Kuala Behe juga terpantau kondusif. Handoko mengatakan tidak ada gangguan keamanan yang menonjol dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu laporan yang sempat diterima berkaitan dengan pencurian kendaraan bermotor atau curanmor dan telah ditindaklanjuti polisi.

“Kalau untuk situasi Kamtibmas wilayah Kecamatan Kuala Behe sangat kondusif. Ada aduan kemarin, itu pun sudah kita tangani,” katanya. Untuk periode terakhir, kata Handoko, laporan gangguan Kamtibmas di Kuala Behe relatif nihil. Namun, kondisi tersebut tidak membuat kepolisian mengendurkan langkah pencegahan.

Polisi tetap mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan keamanan maupun aktivitas yang dapat memicu persoalan di tengah masyarakat. “Upaya kita kepada masyarakat jelas untuk mencegah. Untuk menjaga, saling menjaga Kamtibmas di wilayah, khususnya wilayah Kecamatan Kuala Behe,” kata Handoko.

Di luar persoalan karhutla dan Kamtibmas, Polsek Kuala Behe juga menyoroti penggunaan kendaraan bermotor oleh pelajar, khususnya sepeda motor dengan knalpot yang telah dimodifikasi menjadi knalpot brong.

Handoko mengatakan penggunaan knalpot tidak standar masih ditemukan di Kuala Behe, meski jumlahnya tidak sebanyak di kawasan perkotaan. Kepolisian mengingatkan para pelajar agar mematuhi aturan lalu lintas dan menggunakan kendaraan dengan perlengkapan sesuai standar.

“Kita mengimbau kepada anak-anak sekolah yang menggunakan kendaraan bermotor agar mematuhi peraturan lalu lintas. Intinya jangan menggunakan kendaraan yang knalpotnya diubah menjadi knalpot brong,” ujarnya.

Polsek Kuala Behe memastikan pemantauan keamanan dan pencegahan karhutla tetap berjalan. Masyarakat juga diminta berperan aktif, terutama ketika melakukan aktivitas pembukaan lahan dan berladang.

Dengan kondisi hotspot yang nihil hingga akhir September, polisi berharap situasi tersebut dapat dipertahankan. Kewaspadaan tetap menjadi kunci agar titik api tidak kembali muncul ketika aktivitas masyarakat di lahan meningkat. (dRi)

Exit mobile version