KalbarOke.com — Waktu persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat 2026 semakin pendek. Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Kabupaten Landak meresponsnya dengan meningkatkan intensitas latihan para petinju yang dipersiapkan tampil di Pontianak pada November mendatang.
Dua sasana di bawah naungan PERTINA Landak, yakni Winner Boxing dan Hippo, menggelar latihan gabungan sekaligus sparing di GOR Patih Gumantar, Ngabang, Jumat, 18 September 2026.
Di atas ring, petinju putra dan putri mendapat kesempatan menguji hasil latihan mereka. Bagi pelatih, sparing bukan sekadar latihan tanding, melainkan cara untuk melihat sejauh mana teknik, fisik, fokus, dan mental atlet menghadapi tekanan pertandingan.
Ketua PERTINA Kabupaten Landak, Alfon Pardosi, mengatakan latihan gabungan tersebut menjadi bagian dari tahapan persiapan sebelum seleksi atlet dilakukan.
“Tadi sudah dilaksanakan latihan bersama sekaligus sparing antar sasana. Jadi apa yang kami laksanakan ini adalah sebagai bagian dari persiapan untuk menuju Porprov. Memang seperti kita ketahui bahwa waktu sudah tidak lama lagi, jadi kami dari PERTINA juga menegaskan kepada sasana untuk rutin latihan serius,” ujar Alfon.
Dari sesi sparing tersebut, PERTINA Landak mulai memperoleh gambaran mengenai kemampuan para petinju yang berpeluang masuk kontingen Porprov. Namun, hasil sparing belum menjadi penentu akhir. PERTINA masih akan menggelar seleksi lanjutan untuk menentukan atlet yang dianggap memenuhi persyaratan dan kesiapan bertanding.
“Dari hasil pertandingan tadi, kami sudah melihat gambaran mana atlet-atlet yang layak untuk kami kirim ke Porprov. Tapi nanti akan ada seleksi lagi untuk memastikan mana yang layak,” kata Alfon.
Setelah seleksi selesai, atlet terpilih akan menjalani Training Center (TC). Tahap tersebut disiapkan sebagai pemantapan terakhir sebelum kontingen Landak bertolak ke Porprov. “Selain itu, setelah diseleksi, kami akan melaksanakan TC untuk para atlet agar benar-benar siap mengikuti Porprov,” ujarnya.
Alfon melihat peluang petinju Landak untuk meraih medali tetap terbuka. Menurut dia, pengalaman bertanding menjadi salah satu modal karena sasana-sasana di bawah PERTINA Landak cukup rutin menggelar uji tanding.
“Kita melihat memang atlet di Landak ini, sasana-sasana yang di bawah PERTINA Landak sudah sering melaksanakan uji tanding. Jadi kami optimis akan mendapat medali nanti,” katanya.
Sasana Winner Boxing datang ke persiapan Porprov dengan target mempertahankan raihan dua medali emas dari ajang sebelumnya. Pelatih Winner Boxing, Yohanes, mengatakan sparing dengan atlet Sasana Hippo menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan petinju.
“Untuk persiapan hari ini, tadi kami melaksanakan sparing bersama atlet-atlet dari Sasana Hippo dan juga dari kami Sasana Winner Boxing. Semua berjalan dengan baik,” ujar Yohanes.
Winner Boxing menargetkan kembali meraih dua medali emas, sembari membuka peluang menambah medali dari kategori lainnya. “Kami berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menghasilkan yang terbaik. Mengingat kemarin itu dua medali emas, harapan kami bekerja keras lebih baik untuk bisa menghasilkan emas dua, sisanya perak dan perunggu,” katanya.
Namun, Yohanes menyebut persiapan atletnya belum sepenuhnya mencapai kondisi ideal. Dengan waktu sekitar satu bulan yang tersisa, kesiapan atlet Winner Boxing baru berada di kisaran 60 persen.
“Persiapan atletnya sudah berjalan kurang lebih 60 persen. Untuk tinggal satu bulan, kami akan berusaha semaksimal mungkin agar bisa memberikan penampilan terbaik nanti dalam kejuaraan Porprov,” ujar dia.
Sementara itu, Sasana Hippo memilih fokus membenahi sejumlah kelemahan atlet sebelum memasuki fase persiapan akhir. Pelatih Sasana Hippo, Oktavianus Woghe, mengatakan masih ada beberapa aspek yang harus diperbaiki dari para petinjunya.
“Untuk persiapan atlet masih banyak yang dibenahi. Ada beberapa yang dibenahi. Tapi pada dasarnya kita tetap fokus dan konsisten untuk persiapan ini dengan waktu yang begitu sempit,” kata Oktavianus.
Sisa waktu yang terbatas membuat porsi latihan akan ditingkatkan. Atlet akan mendapat tekanan latihan lebih besar agar mampu mencapai kondisi fisik dan mental yang dibutuhkan saat bertanding. “Yang jelas akan lebih digembleng lagi, lebih ditekan lagi untuk lebih konsisten lagi,” ujarnya.
Hasil latihan dan sparing menjadi bahan evaluasi untuk menentukan bagian yang masih perlu diperbaiki sebelum atlet memasuki TC. Latihan gabungan itu turut dipantau jajaran pengurus PERTINA Kabupaten Landak. Kehadiran pengurus diharapkan memberi motivasi tambahan bagi atlet yang tengah menjalani persiapan.
PERTINA juga berkoordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Landak mengenai persiapan kontingen. Alfon mengatakan KONI telah meminta data atlet yang dipersiapkan untuk diberangkatkan ke Porprov.
“Sementara ini dari KONI sudah ada meminta data ke PERTINA untuk atlet yang akan diberangkatkan. Kami memang berharap KONI juga ada perhatian untuk PERTINA Landak,” tutur Alfon.
Dengan seleksi di depan mata dan TC yang akan menyusul, para petinju Landak kini memasuki fase penting. Setiap sesi sparing menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan, sementara setiap kekurangan harus segera dibenahi sebelum November tiba. Targetnya bukan sekadar berangkat ke Porprov Kalbar 2026, tetapi membawa pulang medali untuk Kabupaten Landak. (dRi)
