Indeks

Diduga Suap Pengondisian Hasil Audit, Direktur Perumdam Bengkayang Terkena OTT di Pontianak

Warga Keluhkan Layanan Air Bersih Macet Berbulan-bulan

Kabid Humas Polda Kalbar membenarkan OTT Direktur Perumdam Tirta Bengkayang dan oknum auditor BPK RI di Pontianak terkait dugaan suap audit sebesar Rp400 juta. (Foto: Ist.)

KalbarOke.Com — Kabid Humas Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Bambang Suharyono, membenarkan adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilancarkan Subdit III (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Kalbar terhadap oknum pejabat daerah dan institusi pemeriksa keuangan negara.

Penangkapan tersebut menjerat Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Bengkayang berinisial Herri, bersama seorang oknum auditor BPK RI Perwakilan Kalimantan Barat berinisial DN.

Keduanya diringkus tim penyidik saat berada di dalam mobil yang terparkir di pelataran salah satu kafe, Jalan D.I. Panjaitan, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, pada Selasa (29/9/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Dalam operasi senyap tersebut, polisi menyita uang tunai sebesar Rp400 juta yang terbungkus kantong plastik, yang diduga kuat merupakan dana suap untuk pengondisian hasil audit BPK terhadap laporan keuangan perusahaam daerah tersebut.

“Memang benar, ada penyidik dari Subdit Tiga Ditreskrimsus Polda Kalbar melakukan kegiatan penyelidikan secara tertutup. Dari hasil penyelidikan, itu terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi,” kata Kombes Pol Bambang Suharyono dalam keterangan resminya, Jumat (2/10/2026) siang.

Selain menangkap Herri dan auditor perempuan berinisial DN, petugas turut mengamankan dua orang lainnya untuk dimintai keterangan sebagai saksi guna pendalaman perkara.

“Barang bukti yang diamankan berupa uang tunai sebesar Rp400 juta, satu unit mobil Toyota Avanza warna hitam, satu unit mobil Toyota Rush warna putih, satu unit laptop warna silver, serta gawai telepon genggam milik para pihak,” jelas Bambang.

Kabar penangkapan pimpinan Perumdam Tirta Bengkayang atas kasus dugaan suap ini langsung mendapat respons menohok dari masyarakat konsumen di Kabupaten Bengkayang. Warga menumpahkan kekecewaan atas buruknya distribusi air bersih yang macet hingga berbulan-bulan di tengah dugaan penyelewengan anggaran.

Salah seorang warga Bengkayang, Herma Wati Marsel, mengeluhkan kondisi krisis air bersih yang melanda kawasan pemukimannya di Jalan Sekip Lama, Kelurahan Bumi Emas, yang tidak kunjung ditangani serius oleh pihak manajemen perumdam.

“Buat PDAM Bengkayang, air di BTN kami tidak mengalir hampir dua bulan. Sudah dilaporkan hampir tiap hari tapi diabaikan dengan dalil cari solusi. Kami bayar mahal tapi airnya tidak mengalir. Dilaporkan saja tidak dipedulikan apalagi kalau tidak dilaporkan. Datang mengecek pun cuma dilihat-lihat saja, habis itu hilang,” keluh Herma dalam unggahan media sosialnya, Kamis (1/10/2026).


Ringkasan Berita:

  • Polda Kalbar mengonfirmasi OTT terhadap Direktur Perumdam Tirta Bengkayang Herri dan oknum auditor BPK RI Kalbar berinisial DN di Pontianak, Rabu (30/9/2026).
  • Polisi menyita barang bukti uang tunai Rp400 juta yang diduga sebagai suap pengondisian hasil audit BPK, dua unit mobil, laptop, dan telepon genggam.
  • Operasi tangkap tangan berlangsung di pelataran parkir sebuah kafe di Jalan D.I. Panjaitan, Kecamatan Pontianak Selatan.
  • Kasus OTT ini memicu reaksi kekecewaan publik di Kabupaten Bengkayang terkait buruknya krisis pasokan air bersih yang macet hingga dua bulan.
Exit mobile version