KalbarOke.Com – Sebuah harapan baru bagi anak-anak dari keluarga miskin di Kalimantan Barat akan segera terwujud. Program Sekolah Rakyat, yang digagas untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan gratis berbasis asrama, siap beroperasi pada September 2025.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, melakukan peninjauan langsung di lokasi sementara, yaitu gedung Balai Latihan Kerja (BLK) di Jalan Abdurrahman Saleh, Pontianak, pada Jumat (29/8). Ia memastikan kesiapan fasilitas sudah mencapai 90%.
“Ini adalah langkah awal. Sekolah Rakyat rintisan saat ini ada di Ketapang dan Pontianak, menggunakan gedung BLK sebagai tempat sementara. Rencananya, ini hanya akan digunakan selama satu tahun ajaran sambil menunggu pembangunan sekolah permanen di Kota Singkawang,” jelas Harisson.
Akan Tampung 90 Siswa dari Berbagai Jenjang
Untuk tahap pertama, Sekolah Rakyat rintisan di Pontianak ini akan menampung 90 siswa. Jumlah ini terdiri dari 25 siswa SD, 20 siswa SMP, dan 45 siswa SMA. Mereka akan tinggal dan belajar di asrama yang telah disiapkan.
Seluruh kebutuhan siswa, mulai dari tempat tinggal hingga biaya pendidikan, akan ditanggung sepenuhnya. “Total ada 90 siswa yang akan bersekolah di sini. Insyaallah, kegiatan belajar akan dimulai pada minggu ketiga atau keempat bulan September tahun ini,” ujar Harisson.
Tenaga Pengajar Disiapkan Langsung oleh Kementerian Sosial
Komitmen untuk memberikan pendidikan terbaik juga ditunjukkan dengan disiapkannya tenaga pengajar khusus. Harisson mengungkapkan bahwa guru-guru yang akan mengajar dan mendampingi siswa selama 24 jam akan disiapkan langsung oleh Kementerian Sosial.
“Tenaga pengajar sedang disiapkan oleh Kementerian Sosial. Saat ini, mereka sedang menjalani pelatihan untuk penyelenggaraan sekolah ini,” tambahnya. Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, program ini diharapkan dapat berjalan optimal dan menjadi solusi nyata bagi akses pendidikan yang merata di Kalimantan Barat. (adp/01)
Artikel ini telah dibaca 22 kali