Stan Pameran Pertanian Ikut Sambut Kehadiran Presiden

Foto : INT.

PONTIANAK, KB1 – Menutup puncak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-50, Presiden Republik Indonesia Jokowidodo memilih Pontianak sebagai propinsi yang dipilih untuk rangkaian kegiatan nasional. Selama dua hari, orang nomor satu di Indonesia tersebut berada di Bumi Khatulistiwa.

Sejumlah acara digelar, mulai dari pawai darat, krnaval sungai, dan aneka pertunjukan menarik lainnya. Termasuklah yang juga tak ketinggalan, kegiatan pameran yang berlangsung di Pontianak Convention Centre atau PCC. Umumnya yang mengikuti pameran pembangunan di PCC ini adalah instansi pemerintah dan BUMN.

Stan pertanian, salah satu yang hadir menyemarakan pameran pertanian. Ia bercokol diantaran puluhan stan yang ada. Berbagai produk dan informasi yang dimiliki Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, dipajang di stan tersebut. “Banyaknya tamu yang datang tentu menjadi momen bagi untuk untuk menyosialisasikan apa saja yang dimiliki oleh Dinas Pertanian Kalbar,” ujar Herunimus Hero SP MSi, kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Produk Pertanian Distan Kalbar, kemarin, disela-sela memantau penyiapan pameran.

Baca :  Daftar Cawako di PKS, Andi Harun Siap Membangun Mendidik Masyarkat

Menurut Heru, beberapa pencapaian atau pelaksanaan program yang telah dilakukan Dinas Pertanian, tentu wajar untuk terus disosialisasikan. Dengan harapan, ada respon balik dari berbagai stakeholder sehingga demikian dapat semakin menstimulan atau mendorong kemajuan pertanian di daerah ini. “Potensi pertanian di daerah kita inikan cukup lumayan. Peluangan pengembangannya sangat terbuka lebar,” tandasnya.

Baca :  Daftar ke PKB, Andi Harun-Sugioto (Rico) Berpasangan Maju Pilwako Pontianak

Aneka produk pertanian, teknologi bertanam padi dengan metode Hazton, dan banyak lagi yang lainnya, diantara pencapaian yang telah dilakukan Dinas Pertanian Kalbar. Dari sejumlah keberhasilan tersebut, wajar jika ada harapan agar daerah ini kedepan akan menjadi salah satu kawasan lumbung pangan nasional di tanah air.(awr/01)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 1501 kali