Indeks
Landak  

Doa Tujuh Bahasa Daerah Warnai Ziarah Rohani Mahasiswa Katolik Unika Santo Agustinus Hippo

Sekitar 60 mahasiswa Unika Santo Agustinus Hippo mengikuti ziarah Bulan Rosario di Gua Maria Anjongan. Doa dalam tujuh bahasa daerah menjadi simbol persatuan dan keberagaman. Foto: Hendri Marcelleno

KalbarOke.com – Tujuh bahasa daerah bergema dalam perayaan Ekaristi di Gua Maria Anjongan, Sabtu, 31 Oktober 2026. Bahasa Bokidoh, Krio, Kerabat, Banyadu, Nias, Ba Ahe, dan Belangin digunakan dalam Doa Umat yang dibawakan tujuh perwakilan mahasiswa Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Ngabang.

Momen itu menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam ziarah rohani Bulan Rosario yang digelar Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Santo Agustinus Hippo bersama Kapelan Kampus. Sekitar 60 mahasiswa mengikuti kegiatan bertema “Bertumbuh dalam Iman, Bersatu dalam Kasih” tersebut.

Di tengah perbedaan bahasa dan latar belakang, para mahasiswa menyatukan doa dalam satu perayaan iman. Keberagaman yang hadir bukan sekadar bagian dari identitas peserta, melainkan juga gambaran persaudaraan yang tumbuh di lingkungan kampus.

Rombongan berangkat dari Ngabang menggunakan dua bus menuju Gua Maria Anjongan. Di tempat ziarah tersebut, rangkaian kegiatan mencapai puncaknya melalui Perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin Pastor Adrianus Dilan, CP, Pembina KMK Santo Agustinus Hippo.

Adapun homili disampaikan Pastor Petrus Yuniarto, CP. Perayaan berlangsung khidmat dengan kehadiran para pastor dan tiga suster yang turut mendampingi kegiatan. Ketiga suster tersebut adalah Suster Roshelle Grace Aguila, OP, dari Filipina; Suster Beatrix Lestari Daro, OP, dari Ende, Flores; serta Suster Noviana Del Viska, OP, dari Tapang Sambas, Kabupaten Sekadau.

Pastor Adrianus mengatakan, ziarah rohani Bulan Rosario itu merupakan hasil kerja sama KMK dengan Kapelan Kampus Utama Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo. Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperdalam kehidupan spiritual mahasiswa, tetapi juga membangun rasa kekeluargaan di dalam organisasi.

“Ini merupakan misa ziarah rohani Bulan Rosario di Gua Maria Anjongan, hasil kerja sama KMK dengan Kapelan Kampus Utama. Kegiatan ini untuk memupuk iman, persaudaraan, lalu kekeluargaan di organisasi Keluarga Mahasiswa Katolik,” ujar Pastor Adrianus.

Ia menjelaskan, kegiatan ziarah semacam ini sebenarnya telah beberapa kali dilaksanakan. Namun, perjalanan kali ini menjadi pengalaman pertama selama dirinya menjalankan tugas sebagai pembina KMK di kampus tersebut.

Perayaan berlangsung khidmat dengan kehadiran para pastor dan tiga suster yang turut mendampingi kegiatan. Foto: Hendri Marcelleno

Dengan keterlibatan sekitar 60 mahasiswa, ia berharap kegiatan itu menjadi awal bagi penyelenggaraan program pembinaan iman yang lebih besar dan terorganisasi. “Ini baru mengawali menurut saya. Ke depan, saya berencana membuat kegiatan-kegiatan lagi yang mungkin akan lebih besar dan lebih terorganisasi,” katanya.

Setelah menyelesaikan rangkaian misa dan ziarah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kota Singkawang. Kawasan Pantai Pak Lotay menjadi tujuan berikutnya untuk mengisi waktu dengan kegiatan rekreasi bersama.

Suasana khidmat di lokasi ziarah berganti menjadi lebih santai ketika para mahasiswa tiba di kawasan pantai. Mereka menikmati panorama laut, berfoto bersama, berbincang, hingga bermain dan mandi di pantai.

Kegiatan tersebut memberi ruang bagi peserta untuk saling mengenal lebih dekat di luar aktivitas perkuliahan. Canda dan tawa menjadi bagian dari kebersamaan yang diharapkan dapat memperkuat hubungan antarmahasiswa.

Perpaduan kegiatan rohani dan rekreasi itu membuat perjalanan tidak hanya menjadi kunjungan ke tempat ziarah, tetapi juga kesempatan membangun kedekatan sebagai satu keluarga organisasi. Ketua KMK Santo Agustinus Hippo, Agnes Yolanda, bersama Wakil Ketua Elisa Tabita Ayu, turut menjadi bagian dari kepengurusan yang menggerakkan kegiatan tersebut.

Ziarah rohani ini juga menjadi salah satu bentuk penghayatan moto KMK Santo Agustinus Hippo, yakni “Beriman, Berilmu, dan Berkarakter Katolik.”

Moto tersebut menekankan pentingnya keseimbangan antara kehidupan spiritual, pengembangan intelektual, dan pembentukan karakter Kristiani. Melalui pendampingan Kapelan Kampus, mahasiswa diharapkan tidak hanya berkembang dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kehidupan rohani yang kuat dan kepedulian terhadap sesama.

Jumlah peserta dalam kegiatan tahun ini masih disesuaikan dengan kapasitas transportasi yang tersedia, yakni sekitar 60 mahasiswa dengan dua bus. Meski demikian, pengalaman tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk kegiatan serupa dengan jangkauan peserta yang lebih luas pada masa mendatang.

Dari doa dalam tujuh bahasa daerah di Gua Maria Anjongan hingga kebersamaan di Pantai Pak Lotay, perjalanan mahasiswa KMK Santo Agustinus Hippo membawa pesan bahwa perbedaan tidak harus menjadi sekat.

Justru melalui keberagaman, mahasiswa menemukan ruang untuk saling mengenal, menguatkan iman, dan membangun persaudaraan. Sebab, iman tidak hanya bertumbuh melalui doa, tetapi juga melalui kasih yang diwujudkan dalam kebersamaan. (dRi)

Exit mobile version