Indeks

800 Pesilat Ramaikan Danyon Parako 466 Pasgat Cup 2026, Jadi Arena Regenerasi Atlet Kalbar

Sekitar 800 pesilat mengikuti Danyon Parako 466 Pasgat Cup 2026 di Kubu Raya. Kejuaraan menjadi ajang pembinaan dan regenerasi atlet Kalbar. Foto: Jackmus

KalbarOke.com — Sekitar 800 pesilat dari berbagai daerah di Kalimantan Barat turun ke gelanggang di Batalyon Parako 466 Pasgat Supadio, Kelurahan Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kamis, 24 September 2026.

Mereka bukan hanya mengejar kemenangan dalam Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Provinsi Open Tournament Danyon Parako 466 Pasgat Cup 2026. Di balik persaingan di arena, kejuaraan yang digelar dalam rangka HUT Korpasgat itu menjadi ruang untuk mencari bibit atlet sekaligus menyiapkan generasi penerus pencak silat Kalimantan Barat.

Para peserta datang dari berbagai kelompok usia, mulai dari Pra Usia Dini, Usia Dini, Pra Remaja, Remaja hingga Dewasa. Pembagian kategori tersebut memberi kesempatan kepada pesilat usia muda untuk merasakan atmosfer kompetisi sejak dini.

Danyon Parako 466 Pasgat, Letkol Pas Adim Dwi Prasanda, mengatakan pencak silat tidak semata-mata mengajarkan teknik bertanding. Olahraga bela diri itu juga menjadi sarana pembentukan karakter. Menurut dia, pesilat dituntut memiliki disiplin, ketangguhan, budi pekerti, sekaligus rasa hormat terhadap lawan.

“Alhamdulillah, saya sangat bangga karena salah satu warisan budaya Indonesia, yaitu pencak silat, telah diakui dunia. Ini warisan yang harus terus kita lestarikan, kembangkan, dan yang tidak kalah penting adalah melakukan regenerasi,” kata Adim.

Karena itu, pembinaan atlet menurut dia harus dimulai sejak usia dini. Prestasi tidak lahir dalam satu pertandingan, melainkan melalui latihan yang panjang dan pengalaman bertanding secara bertahap. “Pembinaan harus dimulai sejak usia dini. Melalui KONI dan IPSI, kemudian sekolah-sekolah, kita ingin terus mencetak generasi emas di bidang olahraga, khususnya pencak silat,” ujarnya.

Salah satu perguruan yang membawa atlet ke kejuaraan tersebut adalah Perguruan Pencak Silat Kijang Berantai Sekadau. Perguruan itu mengirim sembilan pesilat. Mereka terdiri atas tujuh atlet dari SMK Negeri 1 Sekadau, satu atlet dari SMP Negeri 10 Sekadau, dan satu atlet dari SDN 01 Sungai Ringin.

Ketua Cabang Perguruan Pencak Silat Kijang Berantai Sekadau, Arfandi, mengatakan keikutsertaan sembilan atlet tersebut merupakan bagian dari proses pembinaan jangka panjang.

“Kami dari Kijang Berantai mengikuti kejuaraan di Kubu Raya ini dengan membawa sebanyak sembilan atlet pencak silat. Tujuh atlet dari SMK Negeri 1 Sekadau, satu atlet dari SMP Negeri 10 Sekadau dan satu atlet dari SDN 01 Sungai Ringin,” kata Arfandi.

Bagi para atlet, pertandingan di Kubu Raya menjadi kesempatan untuk mengukur hasil latihan sekaligus menambah pengalaman menghadapi lawan dari daerah lain. Arfandi berharap pengalaman tersebut menjadi modal bagi atlet Sekadau untuk menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2027 maupun kompetisi lainnya.

“Harapan kami, dengan mengikuti kompetisi ini para atlet dapat meningkatkan performa mereka menuju Popda 2027 dan event-event selanjutnya,” ujarnya.

Sekitar 800 pesilat mengikuti Danyon Parako 466 Pasgat Cup 2026 di Kubu Raya. Kejuaraan menjadi ajang pembinaan dan regenerasi atlet Kalbar. Foto: Jackmus

Menurut Arfandi, semakin sering seorang atlet turun dalam pertandingan, semakin banyak pula pengalaman yang diperoleh. Mereka akan berhadapan dengan karakter lawan yang berbeda-beda sehingga kemampuan teknis dan mental dapat berkembang.

“Harapan besar kami, dengan mengikuti banyak event bisa meningkatkan mutu dan kualitas pencak silat di Kabupaten Sekadau pada khususnya. Kami tetap memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Sekadau, terutama dari Kijang Berantai,” katanya.

Ia meminta atlet muda tidak menjadikan hasil pertandingan sebagai satu-satunya ukuran. Setiap laga, kata dia, harus menjadi kesempatan untuk belajar dan memperbaiki kemampuan.

“Pesan kami kepada para atlet muda, diharapkan dengan mengikuti kejuaraan ini dapat meraih hasil yang terbaik, meningkatkan kualitas pencak silatnya serta membawa nama harum perguruan maupun Kabupaten Sekadau di tingkat yang lebih tinggi,” tutur Arfandi.

Kejuaraan Danyon Parako 466 Pasgat Cup 2026 mempertemukan pesilat dari berbagai tingkatan usia dalam satu arena. Pola tersebut membuat pertandingan tidak hanya menjadi ajang perebutan prestasi, tetapi juga bagian dari proses panjang mencetak atlet.

Para pesilat muda mendapat kesempatan merasakan tekanan pertandingan, menguji kemampuan yang diperoleh selama latihan, dan belajar menghadapi lawan di luar lingkungan perguruan mereka.

Bagi penyelenggara, proses tersebut menjadi bagian penting dari regenerasi. Sebab, keberlanjutan prestasi pencak silat tidak hanya bergantung pada atlet yang sudah matang, tetapi juga pada seberapa dini calon atlet baru diperkenalkan dan dibina.

Adim berharap kejuaraan semacam itu dapat dilaksanakan secara rutin sehingga semakin banyak anak dan remaja mengenal pencak silat. “Kita ingin kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin. Harapannya, generasi penerus dapat terus mengenal, mempelajari, dan mewarisi pencak silat sebagai bagian dari kebudayaan bangsa,” katanya.

Dengan sekitar 800 peserta, gelanggang di Batalyon Parako 466 Pasgat Supadio hari itu menjadi lebih dari sekadar tempat pertandingan. Di sana, pesilat muda menguji kemampuan, para pelatih membaca potensi, dan perguruan mulai menyiapkan generasi yang kelak akan meneruskan tradisi pencak silat Kalimantan Barat. (J-Mus)

Exit mobile version