Pertamina NRE Aktifkan Satgas RAFI 2026, Jaga Pasokan Energi Bersih Selama Ramadan dan Idul Fitri

Pertamina NRE mengaktifkan Satgas RAFI 2026 untuk memastikan pasokan energi bersih tetap andal selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H di tengah lonjakan kebutuhan energi. Foto: dok Pertamina

KalbarOke.com — Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mengaktifkan Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2026 untuk memastikan stabilitas dan keandalan pasokan energi bersih selama periode Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi yang biasanya terjadi selama Ramadan hingga masa mudik Lebaran. Pelaksana tugas Corporate Secretary Pertamina NRE, Rika Gresia Wahyudi, mengatakan pengaktifan Satgas RAFI merupakan bagian dari komitmen perusahaan menjaga keandalan operasional seluruh fasilitas energi terbarukan.

“Pengaktifan Satgas RAFI sangat vital guna memastikan seluruh aset dan operasional energi bersih yang dikelola Pertamina NRE tetap berjalan andal dan aman, sehingga dapat terus mendukung pasokan listrik nasional selama Ramadan hingga Idul Fitri,” kata Rika.

Pemantauan Operasi 24 Jam

Satgas RAFI Pertamina NRE akan melakukan pemantauan intensif terhadap seluruh portofolio pembangkit energi bersih milik perusahaan. Fasilitas yang dipantau mencakup pembangkit listrik tenaga panas bumi, tenaga surya, serta berbagai infrastruktur energi rendah karbon lainnya.

Baca :  Pesawat Prabowo Dikawal 6 Jet Tempur TNI AU Saat ke Magelang, Momentum HUT ke-80

Pemantauan dilakukan selama 24 jam dengan melibatkan tim operasional di berbagai wilayah kerja serta melalui pusat kendali perusahaan.

Pertamina NRE juga memanfaatkan sistem pemantauan operasi bernama New Renewable Energy Optimization and Visualization (NOVA) untuk memonitor aset secara real-time dari kantor pusat di Jakarta.

Selain itu, perusahaan memastikan kesiapan personel operasional serta menerapkan prosedur tanggap darurat untuk mengantisipasi situasi kritis selama periode peningkatan aktivitas masyarakat.

Kelola Kapasitas Energi Bersih 2,5 GW

Saat ini Pertamina NRE mengelola portofolio energi bersih dengan total kapasitas terpasang sekitar 2,551 gigawatt (GW). Kapasitas tersebut berasal dari berbagai sumber energi, antara lain tenaga surya, panas bumi, gas alam, serta biogas.

Salah satu kontribusi berasal dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang terdiri dari 261 unit dengan kapasitas total 55,69 megawatt (MW) yang tersebar di berbagai wilayah operasional. Melalui afiliasinya, PT Jawa Satu Power, Pertamina NRE juga mengoperasikan pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) berkapasitas 1.760 MW.

Baca :  Prabowo Mundur dari Ketua Umum IPSI, Fokus Jalankan Tugas sebagai Presiden

Di sektor panas bumi, anak usaha PT Pertamina Geothermal Energy Tbk mengelola enam wilayah kerja panas bumi dengan kapasitas total 727,5 MW. Lokasinya berada di Kamojang dan Karaha di Jawa Barat, Ulubelu di Lampung, Lahendong di Sulawesi Utara, Lumut Balai di Sumatera Selatan, serta Sibayak di Sumatera Utara.

Sementara di sektor bioenergi, Pertamina NRE juga mengoperasikan pembangkit listrik tenaga biogas dengan kapasitas terpasang 2,4 MW.

Dukung Ketahanan Energi Nasional

Melalui pengaktifan Satgas RAFI 2026, Pertamina NRE menegaskan perannya sebagai bagian dari Pertamina Group dalam menjaga ketahanan energi nasional. Perusahaan berupaya memastikan pasokan energi bersih tetap stabil selama Ramadan dan Idul Fitri, ketika aktivitas masyarakat meningkat dan kebutuhan energi turut mengalami lonjakan. (*/)