Landak  

Rumah Sekaligus Toko di Ngabang Terbakar, Polisi Ungkap Bangunan yang Sama Sudah Tiga Kali Dilalap Api

Kebakaran menghanguskan lantai atas rumah sekaligus toko di Dusun Dara Itam, Ngabang, Kabupaten Landak. Polisi mengungkap bangunan tersebut telah tiga kali mengalami kebakaran, sementara penyebabnya masih diselidiki. Foto: Ist

KalbarOke.com – Kebakaran kembali melanda sebuah rumah yang juga difungsikan sebagai toko di Dusun Dara Itam, Desa Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (28/7/2026) malam itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun menyisakan fakta mengejutkan: bangunan yang sama disebut telah tiga kali mengalami kebakaran.

Api mulai berkobar sekitar pukul 22.25 WIB dan dengan cepat menghanguskan hampir seluruh bagian lantai atas rumah milik Dionisius Odang (52). Kobaran api baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 00.25 WIB setelah petugas pemadam berjibaku selama kurang lebih dua jam.

Kapolsek Ngabang, Kompol Zuanda, mengatakan rumah yang terbakar merupakan bangunan bertingkat dengan bagian depan digunakan sebagai toko. Lantai atas terdiri atas tiga kamar berlantai kayu, sementara struktur bangunan menggunakan dinding semen dengan tiang penyangga dari kayu.

“Rumah tinggal milik Bapak Dionisius Odang yang bagian depannya difungsikan sebagai toko mengalami kebakaran sekitar pukul 22.25 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” kata Kompol Zuanda, Rabu (29/7/2026).

Baca :  Lima Santri Kuttab Al Kayyis Pontianak Lulus Khotmul Qur'an dan Imtihan Tartil Metode Ummi

Berdasarkan keterangan korban dan sejumlah saksi, kobaran api pertama kali terlihat muncul dari lantai dua bangunan. Dalam waktu singkat, api membesar dan menjalar ke seluruh bagian loteng yang berisi tiga kamar.

Selain menghanguskan kasur dan pakaian, kebakaran juga merusak plafon di bagian bawah rumah sehingga menyebabkan kerusakan cukup parah pada bangunan. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material diperkirakan cukup besar dan hingga kini masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.

Di tengah proses penanganan, muncul informasi yang menjadi perhatian aparat. Menurut pengakuan pemilik rumah, bangunan tersebut bukan pertama kali mengalami kebakaran. Kompol Zuanda mengungkapkan korban menyampaikan bahwa rumahnya telah dua kali mengalami kebakaran sebelumnya.

Namun, pada dua kejadian terdahulu, api berhasil dipadamkan lebih cepat sehingga tidak sempat menyebar luas. “Kali ini merupakan kejadian ketiga yang dialami rumah tersebut. Pada dua peristiwa sebelumnya, api berhasil dipadamkan sebelum membesar,” ujarnya. Keterangan itu kini menjadi salah satu informasi yang turut diperhatikan dalam proses penyelidikan penyebab kebakaran.

Baca :  Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan Penanganan Kematian Veronika Afriyana, Minta Polisi Dalami Bukti Digital dan Forensik

Proses pemadaman melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi. Di lokasi kejadian hadir Wakapolres Landak Kompol Syaiful Bahri, Kepala BPBD Kabupaten Landak Suseno Caroko Hadi, Perwira Pengendali Pamapta 2 Polres Landak Ipda Edo Rubiantoro, serta sejumlah unit Pemadam Kebakaran dan Fire Rescue Kabupaten Landak.

Setelah upaya pemadaman selama sekitar dua jam, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian.

Dugaan awal mengarah pada munculnya api dari lantai dua rumah, namun aparat belum menyimpulkan sumber maupun pemicu kebakaran sebelum proses penyelidikan selesai. “Saat ini penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan. Untuk nilai kerugian material juga masih dalam proses pendataan,” kata Kompol Zuanda.

Polisi mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila mengetahui informasi yang berkaitan dengan penyebab kebakaran, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan permukiman, terutama pada bangunan yang menggunakan material mudah terbakar. (dRi)