Kagumi Kulminasi Matahari di Tugu Khatulistiwa, Traveller Asal Swiss: Ini Pengalaman Luar Biasa

Fenomena kulminasi matahari di Tugu Khatulistiwa Pontianak bertepatan dengan suasana Idulfitri 1447 H pada Senin (23/3/2026), memikat wisatawan hingga mancanegara. (Foto: Pro.)

KalbarOke.Com — Peristiwa matahari berkulminasi di Tugu Khatulistiwa menjadi momentum istimewa yang mewarnai suasana Idulfitri 1447 Hijriyah di Kota Pontianak. Fenomena alam yang terjadi dua kali dalam setahun ini diperingati sebagai “hari tanpa bayangan”. Hal ini terjadi karena posisi matahari tepat berada di atas objek yang ada di kawasan Tugu Khatulistiwa pada tengah hari, sehingga bayangan benda seolah-olah menghilang.

Pantauan di lokasi pada Senin (23/3/2026), antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para siswa sekolah dasar yang hadir. Bersama Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mereka mencoba tantangan unik mendirikan telur secara tegak di titik nol derajat tersebut.

Sorak gembira pecah dari anak-anak yang berhasil membuat telur berdiri sempurna, sementara sebagian lainnya terus mencoba dengan berbagai teknik di bawah terik matahari.

Fenomena ini juga menarik perhatian Robby, seorang traveller dan konten kreator asal Swiss. Pemilik kanal YouTube ‘Robby 3 Wheels’ yang berkeliling menggunakan motor sespan ini mengaku sangat terkesan.

Baca :  Antisipasi Sampah Lebaran di Pontianak, Warga Diimbau Buang Sampah Paling Lambat Pukul 03.00 Dini Hari

“Ini pengalaman yang luar biasa. Saya belum pernah melihat fenomena seperti ini sebelumnya. Saat bayangan benar-benar hampir hilang, itu sangat menakjubkan,” ungkap Robby pada Senin (23/3/2026).

Robby menilai bahwa peringatan kulminasi matahari memiliki potensi besar untuk mendunia jika dikemas dengan promosi yang tepat. Menurutnya, keunikan ini jarang ditemukan di belahan bumi lain.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan bahwa peristiwa kulminasi pada 23 Maret 2026 ini terasa berbeda karena masih dalam balutan suasana Lebaran.

“Tahun ini menjadi momen yang istimewa karena bertepatan dengan bulan Syawal 1447 Hijriyah dan masih dalam suasana lebaran,” ujar Edi pada Senin (23/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen menjadikan agenda rutin setiap Maret dan September ini sebagai karakteristik alam yang terus dipromosikan secara kreatif.

“Peristiwa ini menjadi ciri khas Kota Pontianak dan tidak ditemukan di daerah lain. Oleh karena itu, peringatannya akan terus dilaksanakan secara berulang setiap tahunnya,” pungkas Edi Kamtono.

Baca :  Lompat dari Jendela Lantai 2, Dua Tahanan Kabur Kejari Pontianak Berhasil Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Peringatan fenomena alam ini tidak hanya menjadi sarana edukasi bagi siswa, tetapi juga memperkuat posisi Kota Pontianak sebagai satu-satunya kota di dunia yang dilintasi garis khatulistiwa tepat di wilayah perkotaannya.


Ringkasan Berita

Fenomena Kulminasi Matahari diperingati di Tugu Khatulistiwa Pontianak pada Senin (23/3/2026), bertepatan dengan masa libur Idulfitri 1447 H.

Wali Kota Edi Rusdi Kamtono bersama siswa SD melakukan tradisi mendirikan telur tegak sebagai bukti gaya gravitasi saat matahari berada di titik nol.

Traveller asal Swiss, Robby, memuji keunikan fenomena ini dan menyebutnya sebagai potensi wisata kelas dunia.

Kulminasi di Pontianak terjadi dua kali setahun, yakni pada rentang 21–23 Maret dan 21–23 September.

Pemkot Pontianak terus melakukan inovasi agar agenda tahunan ini tetap menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.