Landak  

Pilkades PAW Sebadu: Pinus Menang Telak, Partisipasi Warga 97 Persen

Pilkades PAW Desa Sebadu, Landak, diikuti 150 dari 154 pemilih. Pinus menang dengan 83 suara dan ditetapkan sebagai kepala desa terpilih. Foto: Ist

KalbarOke.com — Bukan sekadar soal siapa yang menang. Tingginya partisipasi 150 dari 154 pemilih menunjukkan warga Desa Sebadu tetap menggunakan ruang demokrasi desa, sementara kemenangan Pinus dengan 83 suara membuka babak baru: menyatukan warga setelah perbedaan pilihan.

Sebanyak 150 warga Desa Sebadu, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, menggunakan hak pilih dalam Pemilihan Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (Pilkades PAW), Kamis, 30 Juli 2026. Tingkat kehadiran pemilih mencapai hampir seluruh Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Pemilihan yang berlangsung di Gedung Balai Pertemuan Kantor Desa Sebadu itu diikuti tiga calon. Pinus, calon nomor urut 1, keluar sebagai pemenang setelah meraih 83 suara. Dua calon lainnya memperoleh suara lebih sedikit. Yohanes Yanwar Primujiono, calon nomor urut 2, mendapat 48 suara, sedangkan Samsiadi, calon nomor urut 3, meraih 18 suara.

Dari 150 suara yang masuk, panitia menyatakan 149 suara sah dan satu suara tidak sah. Data panitia mencatat DPT Pilkades PAW Desa Sebadu sebanyak 154 orang. Pemilih terdiri atas 114 laki-laki dan 40 perempuan. Sebanyak 150 orang hadir ke tempat pemungutan suara, sementara empat pemilih tidak menggunakan hak pilihnya.

Baca :  Ratusan Warga Datangi Rutan Landak, Minta Penangguhan Penahanan Tokoh Adat Pak Pele dan Pak Bela Ditolak

Panitia menyiapkan 158 surat suara. Sebanyak 150 lembar digunakan dan delapan lainnya tidak terpakai. Tidak ada surat suara yang dinyatakan rusak. Hasil tersebut mengantarkan Pinus sebagai Kepala Desa PAW Desa Sebadu terpilih.

Pilkades PAW Desa Sebadu berlangsung dengan pengamanan aparat kepolisian dan TNI. Personel Polsek Mandor dipimpin langsung Kapolsek Mandor IPDA Bernadus Didy Kusnadi untuk mengawal rangkaian kegiatan sejak pencoblosan hingga penghitungan suara.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Landak, Camat Mandor Rumolda Reno, Danramil Mandor PELTU Dedi Kristianto, Penjabat Kepala Desa Sebadu Suleman, Ketua PPKD Desa Sebadu Delawi, panitia, saksi calon, perangkat desa, BPD Desa Sebadu, serta masyarakat.

Perwakilan Pemerintah Kabupaten Landak, Kabid Yogaswara, mengapresiasi panitia dan masyarakat yang dinilai mampu menjaga proses pemilihan berlangsung tertib. “Kami berharap kepala desa terpilih dapat menjalankan amanah masyarakat dengan penuh tanggung jawab serta mampu membawa Desa Sebadu semakin maju,” kata Yogaswara.

Camat Mandor Rumolda Reno mengatakan pelaksanaan Pilkades PAW tersebut menunjukkan proses demokrasi di tingkat desa dapat berlangsung sesuai ketentuan dengan dukungan masyarakat.

Ia meminta warga kembali bersatu setelah proses pemilihan berakhir. Perbedaan pilihan, kata dia, semestinya tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk bersama-sama membangun Desa Sebadu.

Baca :  Alfon Pardosi Terpilih Aklamasi Pimpin Pertina Landak 2026-2030, Pembinaan Atlet Jadi Prioritas

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari melalui Kapolsek Mandor IPDA Bernadus Didy Kusnadi mengatakan personel kepolisian diterjunkan untuk memastikan seluruh tahapan pemilihan berjalan aman. Menurut Bernadus, keamanan dapat terjaga karena adanya koordinasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, panitia penyelenggara, dan masyarakat.

“Situasi keamanan selama kegiatan berlangsung tetap aman dan kondusif berkat sinergi Polri, TNI, pemerintah daerah, panitia penyelenggara, serta partisipasi aktif masyarakat yang menjaga ketertiban dan menghormati seluruh proses demokrasi,” ujar Bernadus.

Ia mengucapkan selamat kepada Pinus yang memperoleh kepercayaan mayoritas pemilih. Bernadus juga mengapresiasi masyarakat Desa Sebadu yang menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab dan menerima hasil pemilihan.

Bagi Desa Sebadu, pesta demokrasi tersebut kini telah berakhir. Tantangan berikutnya adalah memastikan perbedaan pilihan tidak berlanjut menjadi perpecahan. Pinus memperoleh mandat dari mayoritas pemilih. Namun, pekerjaan sebagai kepala desa terpilih baru dimulai: menyatukan kembali warga dan menerjemahkan kepercayaan itu menjadi pembangunan yang dirasakan masyarakat. (dRi)