Ibu dan Balita Ditemukan Terikat di Hutan Landak, Uang Rp135 Juta dan Emas 30 Gram Hilang

Asniwati dan putrinya, Dina, ditemukan tewas terikat di hutan Landak. Polisi menduga perampokan setelah uang Rp135 juta dan emas 30 gram hilang. Foto: Hendri Marcelleno

KalbarOke.com — Malam di kawasan hutan Dusun Mamo, Desa Kedama, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, berubah menjadi lokasi penemuan tragis. Warga yang sejak petang mencari seorang ibu dan anaknya justru menemukan keduanya dalam keadaan meninggal dan terikat.

Kedua korban adalah Asniwati, 39 tahun, dan putrinya, Dina, yang baru berusia tiga tahun. Mereka ditemukan pada Sabtu dini hari, 8 Agustus 2026, setelah sebelumnya dilaporkan hilang dari pondok tempat keduanya bekerja.

Pencarian bermula ketika suami Asniwati menyadari istri dan anaknya tidak berada di pondok. Kekhawatiran kemudian mendorong warga Desa Angkanyar dan Desa Kedama turun mencari. Sekitar pukul 18.30 WIB, warga mulai menyisir kawasan sekitar pondok hingga hutan.

Hampir delapan jam kemudian, pencarian menemukan titik terang sekaligus membawa kabar buruk. Sekitar pukul 02.40 WIB, warga menemukan Dina terlebih dahulu. Balita itu ditemukan dalam kondisi terikat. Sekitar 20 meter dari lokasi tersebut, warga menemukan Asniwati. Kondisinya serupa: tubuhnya terikat menggunakan karet.

Kasat Reskrim Polres Landak AKP Kuswiyanto membenarkan penemuan kedua korban. Menurut dia, pemeriksaan awal menunjukkan adanya sejumlah luka pada bagian luar tubuh korban. Polisi juga menemukan bekas jeratan. “Yang pertama ditemukan anaknya dulu dalam keadaan terikat. Kemudian berjarak kurang lebih 20 meter ditemukan ibunya dengan kondisi sama,” kata Kuswiyanto.

Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab kematian keduanya. Dari visum luar, ditemukan beberapa luka pada tubuh korban serta bekas jeratan menggunakan material yang disebut polisi sebagai karet atau beladar. Namun, polisi belum menyimpulkan secara final bagaimana kedua korban meninggal.

Baca :  Anggota DPRD Sintang Diduga Bawa 3 Kg Emas Tanpa Dokumen, Polda Kalbar Diuji

Penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut sekaligus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Dugaan perampokan mulai menguat setelah polisi mendapatkan informasi mengenai barang berharga yang diduga dibawa Asniwati sebelum kejadian.

Menurut informasi sementara yang diperoleh penyidik, Asniwati diduga membawa uang tunai sekitar Rp135 juta dan emas seberat kurang lebih 30 gram. Namun, ketika ibu dan anak tersebut ditemukan, uang dan emas itu tidak lagi berada di lokasi. “Pada saat ditemukan mayat, uang beserta emas itu tidak ada di tempat,” ujar Kuswiyanto.

Hilangnya uang dan emas menjadi salah satu petunjuk yang kini didalami penyidik. Meski demikian, polisi belum menetapkan bahwa kematian keduanya merupakan kasus perampokan. Semua kemungkinan masih diperiksa untuk mengungkap motif dan rangkaian kejadian.

Ada hal lain yang membuat kasus ini menyisakan tanda tanya. Lokasi penemuan kedua korban ternyata tidak jauh dari pondok tempat mereka bekerja. Polisi memperkirakan jaraknya hanya sekitar 50 meter dari pondok. Artinya, kedua korban tidak ditemukan jauh di dalam kawasan hutan. Namun, kondisi medan dan situasi malam membuat pencarian tetap membutuhkan waktu berjam-jam.

Baca :  Rekonstruksi Kematian Veggie di Landak Ungkap Sejumlah Kejanggalan, Polisi Sebut Keterangan Tersangka Berubah-ubah

Warga mulai mencari sejak sekitar pukul 18.30 WIB dan baru menemukan kedua korban sekitar pukul 02.40 WIB. Jarak penemuan antara tubuh Dina dan ibunya juga sekitar 20 meter. Kasus tersebut kini ditangani Satreskrim Polres Landak.

Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk menyusun kembali apa yang terjadi sebelum Asniwati dan Dina ditemukan meninggal. Polisi juga mendalami informasi mengenai uang tunai dan emas yang diduga dibawa korban. “Masih kita lakukan penyidikan pendalaman untuk dapat ditemukan pelakunya,” kata Kuswiyanto.

Belum ada tersangka yang diumumkan. Polisi juga belum membeberkan dugaan motif secara pasti. Bagi warga Dusun Reo Behe, Desa Angkanyar, kematian Asniwati dan putrinya menjadi kabar duka sekaligus menyisakan pertanyaan besar.

Seorang ibu dan anak berusia tiga tahun ditemukan dalam kondisi terikat di kawasan hutan. Di saat yang sama, uang tunai Rp135 juta dan emas sekitar 30 gram yang diduga mereka bawa ikut menghilang.

Kini, penyidik berusaha mengurai satu per satu jejak yang tertinggal di antara pondok, hutan dan lokasi ditemukannya kedua korban untuk menjawab pertanyaan utama: siapa yang membawa ibu dan balita itu ke dalam hutan, dan siapa yang bertanggung jawab atas kematian keduanya? (dRi)