KalbarOke.com — Teriakan minta tolong memecah kesunyian Pasar Depan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang, pada Minggu dini hari, 16 Agustus 2026. Ketika warga keluar dari rumah, kobaran api sudah membesar dan mulai merambat ke bangunan di sekitarnya.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 02.30 WIB itu berdampak terhadap sekitar 11 unit ruko. Sejumlah bangunan yang terdampak antara lain dua unit Penginapan Lintas Batas, Rumah Makan Minang Kabau, Toko Top Point, Rumah Makan Campago, Bubur B2 Abun, serta empat ruko lainnya.
Warga sempat berusaha memadamkan api secara mandiri sebelum petugas pemadam kebakaran tiba. Salah satu korban, Ina Uli Salah, mengatakan api pertama kali diketahui setelah penghuni ruko di bagian depan berteriak meminta pertolongan.
“Kejadiannya sekitar jam setengah tiga. Penghuni ruko di depan teriak-teriak minta tolong ada kebakaran. Pada saat kami bangun api sudah besar,” ujar Ina.
Warga, kata dia, sempat panik dan mencoba menjinakkan kobaran api dengan peralatan seadanya. Namun, api telanjur membesar. Petugas pemadam kebakaran kemudian tiba di lokasi sekitar setengah jam setelah kejadian. Kobaran api yang sudah merambat membuat beberapa bangunan lain ikut terdampak.
Ina mengatakan kerugian yang dialaminya diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Api tidak hanya merusak bangunan di deretan depan, tetapi juga menjalar hingga sekitar tiga ruko di bagian belakang. Besarnya kobaran api membuat proses pemadaman membutuhkan dukungan dari sejumlah pihak.
Bantuan bahkan datang dari luar Kabupaten Bengkayang. Damkar swasta BPKS Tua Pekong Kota Singkawang mengirimkan 20 personel dengan tiga unit kendaraan untuk membantu proses penanganan.
Sekretaris BPKS Tua Pekong, Diky, mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai kebakaran sekitar pukul 04.00 WIB. “Kami mendapatkan informasi sekitar jam empat subuh. Ada 20 anggota yang berangkat dari Singkawang,” kata Diky.
Rombongan tersebut membawa satu mobil komando, satu mobil tangki berkapasitas sekitar 10 ton, dan satu mobil ambulans. Menurut Diky, pengerahan personel dari Singkawang merupakan bentuk solidaritas antarpetugas pemadam kebakaran swasta. “Kami membawa tiga unit mobil, satu mobil komando, satu mobil tangki dengan bobot sekitar sepuluh ton, dan satu mobil ambulans,” ujarnya.
Di tengah proses penanganan, muncul informasi awal bahwa api diduga berasal dari kompor gas di salah satu rumah makan. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan. Penyebab kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang. Begitu pula dengan jumlah bangunan yang mengalami kerusakan serta nilai kerugian secara keseluruhan masih dalam proses pendataan.
Kebakaran ini menyisakan kerugian material yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Bagi para pemilik usaha, dampaknya bukan sekadar bangunan yang rusak, tetapi juga aktivitas perdagangan yang harus terhenti.
Di Pasar Depan Bengkayang, api hanya membutuhkan waktu singkat untuk menjalar dari satu bangunan ke bangunan lain. Kini, penyebabnya masih menjadi tanda tanya, sementara para pemilik ruko harus menghitung kembali kerugian yang ditinggalkan kebakaran dini hari itu. (Rin)






