Rian Ardianto/Daniel Marvino Menang, Junior Jaya Raya Beri Perlawanan di Pontianak International Challenge

Muhammad Rian Ardianto dan Daniel Edgar Marvino di babak 64 besar Polytron Pontianak International Challenge 2026. Foto: Ist

KalbarOke.com — Pengalaman berbicara ketika Muhammad Rian Ardianto dan Daniel Edgar Marvino menghadapi pasangan muda Bagir Adinoto/Raid Nabil Setiawan pada babak 64 besar ganda putra Polytron Pontianak International Challenge 2026, Selasa, 25 Agustus 2026.

Rian/Daniel harus bekerja lebih keras pada gim pertama sebelum akhirnya menang 21-19, 21-12. Bagir/Raid, yang merupakan junior Rian di klub Jaya Raya, tampil tanpa beban dan berani meladeni permainan seniornya.

Rian mengakui dirinya dan Daniel belum langsung menemukan sentuhan terbaik pada awal pertandingan. Mereka masih beradaptasi dengan laju shuttlecock dan kondisi lapangan. “Di gim pertama, touch-nya masih belum dapat banget. Kami masih mencoba-coba pukulan dan adaptasi laju shuttlecock dan kondisi lapangannya,” kata Rian seusai pertandingan.

Di tengah proses adaptasi itu, Bagir/Raid justru bermain lepas. Menurut Rian, keberanian pasangan muda tersebut menjadi sisi positif yang layak diapresiasi. “Mereka percaya diri dan tidak takut, mereka berani memberikan perlawanan. Ini sangat bagus untuk perkembangan mereka yang masih usia taruna,” ujar Rian.

Memasuki gim kedua, Rian/Daniel mengubah pendekatan. Mereka langsung mengambil inisiatif serangan sehingga mampu menjauh dari kejaran lawan. Daniel mengatakan strategi tersebut membuat permainan mereka lebih terkendali. “Di gim kedua kami lebih menekan saja. Dari start langsung menyerang, akhirnya dapat banyak poin,” kata Daniel.

Kemenangan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa babak awal turnamen dengan format 64 besar dapat menguras tenaga. Rian menyebut pasangan ganda putra harus siap menghadapi jadwal padat karena pada hari tertentu bisa bermain dua kali.

Baca :  Debut di Level International Challenge, Izza Al-Faruq Aston Martin Tumbangkan Wakil India

“Di sini kami harus siap capek karena formatnya 64 besar. Ada hari nanti kami akan bermain dua kali, jadi harus siap fisik dan tenaganya,” kata dia.

Potensi Duel Sesama Senior-Junior

Pasangan M. Nawaf Khoiriyansyah/Adrian Pratama tampil meyakinkan di babak 64 besar ganda putra Polytron Pontianak International Challenge 2026. Foto: Ist

Pada pertandingan lain, pasangan M. Nawaf Khoiriyansyah/Adrian Pratama tampil meyakinkan dengan menundukkan Christian Kromo/Jonathan Sutanto dua gim langsung, 21-6, 21-12. Adrian mengatakan mereka tidak ingin terburu-buru mengejar hasil. Fokus awal adalah mendapatkan kembali kenyamanan bermain dan mengurangi kesalahan sendiri.

“Puji Tuhan bisa main dengan normal. Hari ini kami coba ngenakin main dulu buat prepare ke depannya. Kami juga berusaha tidak banyak mati sendiri,” ujar Adrian.

Jika mampu melewati pertandingan berikutnya, Adrian/Nawaf berpeluang bertemu Rian/Daniel pada babak 16 besar. Adrian menyadari pertandingan itu akan menghadirkan tantangan berbeda karena harus menghadapi seniornya. “Kalau semua lancar, di 16 besar ketemu Mas Rian dan Mas Daniel. Kami harus benar-benar mewaspadai senior kami itu,” katanya.

Nawaf menambahkan bahwa Polytron Pontianak International Challenge 2026 menjadi turnamen ketiga mereka sejak dipasangkan. Keduanya masih dalam tahap membangun pola permainan dan komunikasi di lapangan. “Kami terus mematangkan pola permainan, komunikasi di pukulan satu-dua dan terus coba saling percaya. Untuk target coba step by step dulu,” kata Nawaf.

Taufik/Alexius Bidik Gelar

Pasangan Taufik Aderya/Alexius Ongkytama Subagio mengawali perjuangan dengan kemenangan di ganda putra Polytron Pontianak International Challenge 2026. Foto: Ist

Sementara itu, pasangan Taufik Aderya/Alexius Ongkytama Subagio juga mengawali perjuangan mereka dengan kemenangan. Mereka mengalahkan wakil Malaysia Sin Hong Ho/Jack Jin Zhe Huong dengan skor 21-13, 21-10.

Baca :  Lima Santri Kuttab Al Kayyis Pontianak Lulus Khotmul Qur'an dan Imtihan Tartil Metode Ummi

Alexius mengatakan pertandingan pertama menjadi kesempatan untuk kembali beradaptasi dengan lapangan sekaligus membangun chemistry bersama Taufik. “Di game pertama kami masih adaptasi lagi untuk lapangannya. Lawan sendiri di bawah kami, tetapi kami tidak mau meremehkan,” ujar Alexius.

Pasangan tersebut baru menjalani pertandingan kedua sebagai tandem. Karena itu, komunikasi dan kenyamanan di lapangan masih menjadi pekerjaan yang terus mereka bangun. “Kami mau membangun chemistry lagi dan ingin lebih enjoy lagi di lapangan,” kata Alexius.

Taufik memasang target lebih tinggi. Ia tidak sekadar ingin melangkah jauh di Pontianak, tetapi membidik gelar juara. “Target pastinya mau juara. Kalau bisa pekan depan di Polytron Pontianak Indonesia Masters Super 100 kami juga mau juara,” ujar Taufik.

Menurut dia, kecocokan dengan Alexius mulai terbentuk. Tantangan berikutnya adalah menambah jam terbang sekaligus menjaga konsentrasi agar tidak menganggap remeh lawan. “Untuk kecocokan dengan pasangan sudah mulai klop, tinggal jam terbang di lapangan dan jangan meremehkan lawan saja,” katanya.

Menghadapi pertandingan berikutnya, Taufik memilih pemulihan sebagai prioritas. Ia bahkan menyebut pengurangan penggunaan telepon seluler sebagai bagian dari persiapan. “Untuk besok jaga istirahat dan screen time ponselnya dikurangi,” kata Taufik.

Polytron Pontianak International Challenge 2026 menjadi panggung penting bagi para pemain ganda putra untuk menguji konsistensi sekaligus mengejar peringkat dan pengalaman bertanding. Bagi pasangan senior seperti Rian/Daniel, turnamen ini juga menjadi arena menghadapi generasi berikutnya yang tampil tanpa rasa gentar. (deL)