Landak  

Hotspot Nihil di Menyuke, Polisi Tak Mau Lengah di Tengah Kabut Asap

Kapolsek Menyuke Iptu I Nyoman Astika. Foto: Ist

KalbarOke.com — Kabut asap mulai menjadi perhatian di wilayah Kecamatan Menyuke dan Banyuke Hulu, Kabupaten Landak. Namun hingga Kamis pagi, 27 Agustus 2026, polisi belum menemukan titik panas atau hotspot di dua wilayah tersebut.

Kapolsek Menyuke Iptu I Nyoman Astika mengatakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) masih kondusif. Aktivitas warga juga berjalan normal tanpa gangguan yang menonjol.

“Untuk sampai saat ini, situasi kamtibmas di wilayah kita masih kondusif dan terkendali. Kegiatan masyarakat juga masih berjalan dengan baik,” kata Nyoman saat diwawancarai, Kamis, 27 Agustus 2026.

Wilayah hukum Polsek Menyuke mencakup Kecamatan Menyuke dan Kecamatan Banyuke Hulu. Di tengah kondisi cuaca yang memunculkan kabut asap, polisi memilih memperkuat pencegahan sebelum munculnya api. Hingga pembaruan pukul 09.00 WIB, titik panas di wilayah hukum Polsek Menyuke tercatat nihil.

Polsek Menyuke sebelumnya telah menggelar rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Pertemuan tersebut membahas langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Koordinasi lintas sektor dinilai penting karena penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan kepolisian. Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI dan masyarakat harus memiliki pola pencegahan yang sama.

Baca :  Pilkades PAW Sebadu: Pinus Menang Telak, Partisipasi Warga 97 Persen

Polisi juga memperkuat sosialisasi langsung ke desa-desa. Personel Bhabinkamtibmas bersama Babinsa mendatangi masyarakat untuk mengingatkan bahaya membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar.

“Kami terus ke desa-desa bersama rekan-rekan Bhabinkamtibmas dan berkolaborasi dengan Babinsa untuk mengimbau masyarakat tidak melaksanakan pembakaran lahan,” ujar Nyoman.

Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap karhutla serta adanya arahan pemerintah pusat dan pimpinan Polri mengenai pencegahan dan penanganan kebakaran lahan. Bagi kepolisian, nihilnya hotspot belum menjadi alasan untuk menurunkan kewaspadaan. Justru kondisi tersebut harus dipertahankan dengan pencegahan sedini mungkin.

Dari sisi kamtibmas, Polsek Menyuke belum menerima laporan mengenai perkara yang tergolong menonjol. Laporan masyarakat yang masuk sejauh ini didominasi kasus kehilangan. “Untuk kasus di wilayah Polsek Menyuke, sampai saat ini masyarakat datang rata-rata laporan kehilangan. Sementara tidak ada kasus-kasus menonjol yang dilaporkan,” kata Nyoman.

Situasi itu membuat kondisi keamanan di Menyuke dan Banyuke Hulu masih relatif terkendali. Meski demikian, polisi masih menghadapi persoalan lain yang kerap memicu keresahan warga, yakni penggunaan knalpot brong.

Baca :  Polisi Sisir Bekas Tambang Emas Ilegal di Landak, Temukan Jejak Aktivitas Baru

Nyoman mengatakan penggunaan knalpot bising masih ditemukan, meski situasinya belum sampai mengganggu keamanan secara luas. Polisi memilih pendekatan preventif dengan memberikan edukasi kepada pelajar dan pengguna jalan.

“Knalpot brong di wilayah kita terkendali. Dalam artian masih ada, namun kami tetap melaksanakan imbauan ke sekolah-sekolah dan masyarakat di jalan raya karena menjadi keresahan masyarakat juga kaitan dengan suara knalpot,” ujarnya.

Polsek Menyuke berharap pendekatan persuasif dapat mencegah persoalan tersebut berkembang menjadi gangguan ketertiban. Sementara dalam menghadapi ancaman karhutla, polisi mengingatkan masyarakat agar tidak terlena dengan kondisi hotspot yang masih kosong.

Sebab, satu titik api yang muncul di lahan kering dapat berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. Karena itu, pengawasan di tingkat desa dan kepedulian warga menjadi bagian penting untuk mempertahankan Menyuke dan Banyuke Hulu tetap bebas dari titik panas.

Bagi polisi, angka nol hotspot bukan akhir dari kewaspadaan. Justru angka itu menjadi kondisi yang harus dijaga bersama sebelum kabut asap berubah menjadi ancaman yang lebih besar. (dRi)