KalbarOke.com — Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo nyaris kehilangan kendali saat menghadapi Ikhsan Lintang Pramudya/Aquino Evano Keneddy Tangka pada semifinal nomor ganda putra Polytron Pontianak International Challenge 2026. Tertinggal 16-19 pada gim ketiga, Yeremia/Patra justru menemukan cara untuk membalikkan tekanan hingga akhirnya menang 21-16, 17-21, 24-22.
Pertandingan semifinal yang berlangsung di Pontianak, Sabtu, 29 Agustus 2026, berjalan sengit sejak awal. Kedua pasangan saling beradu tempo dan tidak memberi ruang untuk unggul jauh. Yeremia/Patra berhasil merebut gim pertama 21-16. Namun, Ikhsan/Aquino merespons dengan permainan lebih agresif dan memaksa laga berlanjut ke gim penentuan setelah menang 21-17.
Drama terbesar terjadi pada gim ketiga. Yeremia/Patra sempat kehilangan beberapa poin beruntun. Tekanan semakin terasa ketika mereka tertinggal 16-19. Kesalahan sendiri bahkan membuat pasangan ini sempat kesulitan menentukan pola permainan.
“Di gim ketiga, kami berniat untuk langsung menekan mereka tapi malah mati-mati sendiri. Ada empat-lima poin kami melakukan kesalahan. Dari situ agak tegang dan jadi bingung mau main seperti apa,” kata Yeremia seusai pertandingan.
Dalam situasi tertekan itu, Yeremia dan Patra memilih mengubah pendekatan. Mereka tidak lagi terlalu sering bermain di depan net dan berusaha mengurangi risiko kesalahan. “Saat tertinggal 16-19 memang kami mengubah pola dengan tidak banyak bermain net,” ujar Yeremia.
Perubahan itu perlahan membuahkan hasil. Yeremia/Patra mampu mengejar perolehan angka hingga pertandingan memasuki fase paling menegangkan. Mereka kemudian menutup laga 24-22 setelah melewati pertarungan panjang di poin-poin akhir.
Yeremia mengatakan kunci kebangkitan mereka adalah menjaga kepercayaan satu sama lain. “Tapi kami tetap percaya, saling menyemangati satu sama lain. Akhirnya bisa mengejar dan bisa menang,” tuturnya.
Di kubu lawan, Ikhsan mengakui pertandingan berlangsung seru sejak awal. Namun, pasangan tersebut gagal menjaga ketenangan ketika laga memasuki poin-poin kritis gim ketiga. “Tadi cukup seru permainannya dari awal, tapi di poin-poin akhir gim ketiga kami kalah pengalaman dan kurang tenang,” kata Ikhsan.
Aquino tetap melihat perjalanan mereka di turnamen ini sebagai pengalaman berharga. Langkah hingga semifinal menjadi modal untuk menghadapi turnamen berikutnya. “Puji Tuhan bisa sampai sejauh ini. Dari awal sampai semifinal tidak ada yang mudah, ramai terus mainnya. Ini modal buat kami, tapi ke depan harus persiapkan lebih matang lagi,” ujar Aquino.
Sementara itu, Patra menilai kemenangan tersebut tidak datang dengan mudah. Ia dan Yeremia telah memperkirakan Ikhsan/Aquino akan memberikan perlawanan sengit, terutama setelah pasangan tersebut membuat kejutan pada pertandingan sebelumnya dengan mengalahkan wakil Chinese Taipei.
“Mereka tampil sangat baik, bikin kejutan juga kemarin lawan Chinese Taipei. Jadi kami sudah antisipasi dan menyangka akan mendapat perlawanan ketat,” kata Patra.
Kemenangan ini membawa Yeremia/Patra ke partai final Polytron Pontianak International Challenge 2026. Mereka kini hanya berjarak satu pertandingan dari gelar juara. Patra menegaskan pasangan tersebut tidak ingin berhenti setelah melewati semifinal dramatis. “Besok kami harus menyiapkan lagi, pastinya mau juara,” ujarnya. (deL)






