KalbarOke.com — Lanny Tria Mayasari/Ester Nurumi Tri Wardoyo tak perlu waktu lama untuk membaca permainan Kim Yu Jung/Lee Yu Lim. Pertemuan mereka dengan pasangan Korea itu baru berlangsung sepekan lalu. Pengetahuan tersebut menjadi modal penting ketika keduanya kembali bertemu di Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.
Lanny/Ester menang dua gim langsung dengan skor 21-13, 21-18 pada babak 16 besar di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kamis, 3 September 2026. Lanny mengatakan pertandingan sebelumnya membuat mereka sudah memiliki gambaran mengenai pola permainan lawan. Apalagi, laga pekan lalu berlangsung ketat dengan perolehan poin yang cukup ramai.
“Alhamdulillah bisa menang tanpa cedera apa pun. Kunci kemenangan hari ini karena baru minggu lalu bertemu dan poinnya ramai, jadi tadi sudah tahu pola-polanya, seperti apa harus antisipasinya dan lebih yakin juga,” kata Lanny seusai pertandingan.
Pengetahuan itu kemudian diterapkan sejak awal. Lanny/Ester tidak membiarkan Kim/Lee memainkan pola yang mereka inginkan. Pasangan Korea tersebut dikenal memiliki tempo permainan yang cenderung lambat. Lanny/Ester justru berusaha mengubah ritme pertandingan menjadi lebih cepat.
“Kami tahu tipe permainan mereka dengan tempo lambat, tapi kami bisa memaksa mereka main cepat dan pasti membuat mereka tidak nyaman,” ujar Lanny.
Strategi itu membawa Lanny/Ester mengamankan gim pertama dengan relatif nyaman, 21-13. Pertandingan menjadi lebih ketat pada gim kedua. Lanny/Ester memang mampu menjaga keunggulan, tetapi Kim/Lee sempat memperkecil jarak menjelang akhir gim.
Ester mengakui ada momen ketika dirinya kehilangan kesabaran. Kondisi itu membuat pasangan Korea mampu mengejar sebelum pertandingan benar-benar berakhir. “Di gim kedua akhir, kami sudah unggul tapi mereka sempat mengejar karena saya kurang sabar,” kata Ester.
Namun, ketika pertandingan memasuki poin-poin krusial, Ester mampu mengubah pendekatannya. Ia memilih bermain lebih tenang dan tidak terburu-buru mengambil keputusan. “Puji Tuhan pas poin-poin terakhir bisa lebih tenang, tidak terburu-buru dan konsisten dengan pola yang mau diterapkan,” ujarnya.
Kemenangan ini membawa Lanny/Ester melangkah ke perempat final. Namun, mereka tidak ingin terlena oleh hasil pertandingan lain yang terjadi di turnamen. Sejumlah pasangan unggulan telah tersingkir. Wakil-wakil Korea juga mengalami nasib serupa. Situasi tersebut secara matematis bisa membuka jalan lebih lebar bagi Lanny/Ester menuju gelar juara.
Namun, mereka memilih tidak menjadikan hasil pertandingan pasangan lain sebagai fokus. “Kami tidak mau fokus ke lawan-lawan yang lain,” kata Ester.
Menurut dia, perhatian mereka kini hanya diarahkan kepada persiapan menghadapi pertandingan berikutnya. Siapa pun lawannya akan dipelajari secara khusus. “Misalnya pikirannya unggulan satu dan dua sudah kalah, pasangan Korea juga sudah kalah, tapi kami mau fokus ke diri kami saja, mempersiapkan untuk besok,” ujarnya.
Lanny/Ester juga menyadari peluang untuk menjadi juara terbuka bagi semua pasangan yang masih bertahan. Karena itu, mereka tidak ingin membangun ekspektasi berlebihan dari tersingkirnya sejumlah unggulan. “Lawan kami siapa, itu yang kami pelajari. Kalau peluang semua pasangan pasti mau menang,” tutur Ester.
Dengan kemenangan atas Kim Yu Jung/Lee Yu Lim, Lanny/Ester kini tinggal selangkah lagi menuju perebutan empat besar. Bekal kemenangan dua gim dan kemampuan membaca permainan lawan menjadi modal mereka untuk menghadapi babak berikutnya di Pontianak. (deL)






