KalbarOke.com — Keunggulan empat angka tidak cukup bagi Salsabila Zahra Aulia/Sheila Lidia untuk mengamankan tiket perempat final Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. Setelah memimpin 11-7 pada awal gim ketiga, pasangan Indonesia itu justru kehilangan kendali dan harus menerima kekalahan dari wakil China, Liao Li Xi/Shen Shi Yao.
Bertanding di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kamis, 3 September 2026, Salsabila/Sheila mengawali laga dengan meyakinkan. Mereka merebut gim pertama 21-15.
Namun pertandingan berubah setelah pergantian posisi lapangan. Liao/Shen meningkatkan tekanan dan membuat Salsabila/Sheila kesulitan mengembangkan permainan. Gim kedua menjadi milik pasangan China dengan skor 21-14.
Pertarungan berlanjut ke gim ketiga. Salsabila/Sheila kembali menemukan momentum dan sempat memimpin 11-7 ketika interval. Akan tetapi, keunggulan itu kembali menguap setelah posisi lapangan berubah.
Salsabila mengatakan faktor kondisi lapangan dan perubahan arah angin ikut memengaruhi pola permainan kedua pasangan. “Pertandingan hari ini cukup ketat karena kami berempat mungkin punya skill yang berimbang,” kata Salsabila seusai pertandingan.
Pada gim pertama, Salsabila/Sheila mendapat keuntungan dari posisi lapangan yang membuat pola permainan mereka lebih mudah berkembang. “Di gim pertama tadi posisi menang angin, jadi pola kami lebih dapat sejak awal,” ujarnya.
Situasi berubah pada gim kedua. Ketika posisi lapangan berbalik, pasangan Indonesia tidak langsung mampu beradaptasi dengan perubahan pola permainan lawan. “Di gim kedua, posisi berbalik dan kami tidak siap akan perubahan pola mereka,” kata Salsabila.
Gim penentuan sempat memberikan harapan. Salsabila/Sheila mampu mengambil kendali dan unggul empat angka pada interval. Namun setelah bertukar posisi, tekanan kembali datang dari pasangan China.
“Di gim ketiga awal kami bisa kembali pegang kontrol pertandingan, unggul 11-7 di interval. Tapi saat berbalik posisi, kembali kami kesulitan membendung serangan mereka dengan tenaga-tenaga yang cukup besar,” ujar Salsabila.
Pada akhirnya, Liao/Shen mampu membalikkan keadaan dan menang 21-18. Bagi Salsabila, hasil tersebut tentu mengecewakan. Keunggulan sempat berada di tangan mereka, tetapi pertandingan akhirnya lepas. “Pasti belum puas karena kalah. Mau main sebagus apa pun, ya istilahnya tetap kalah,” tuturnya.
Ia memilih menjadikan kekalahan tersebut sebagai bahan evaluasi. Menurut Salsabila, masih ada sejumlah aspek permainan yang perlu dibenahi setelah menghadapi pasangan China. “Kami harus banyak evaluasi, berkaca dari pertandingan tadi,” katanya.
Sementara itu, Sheila Lidia merasakan tekanan yang berbeda sepanjang pertandingan. Ia menilai lawan secara konsisten mengarahkan serangan kepadanya, terutama ketika mereka berada di posisi lapangan yang kurang menguntungkan. “Saya merasa memang lawan terus mengincar saya,” kata Sheila.
Menurut dia, situasi semakin sulit ketika harus bertahan dalam kondisi kalah angin. Serangan lawan yang memiliki tenaga besar membuat pertahanan sulit bertahan lama. “Di posisi kalah angin, kalah tekanan, saya berusaha sekuat apa pun defensinya tetap sulit karena kalah tenaga,” ujar Sheila.
Kekalahan ini membuat langkah Salsabila/Sheila terhenti di babak 16 besar Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. Mereka gagal mengubah keunggulan 11-7 di gim penentuan menjadi tiket ke perempat final.
Pertandingan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa dalam laga ganda putri dengan kemampuan yang relatif berimbang, perubahan posisi lapangan dan kemampuan beradaptasi terhadap tekanan dapat menentukan hasil akhir. (deL)






