Kodim Bengkayang Siapkan Batalyon Teritorial Pembangunan, Lahan di Sukabangun Jadi Opsi

Dandim 1209/Bengkayang Letkol Inf Aprianda. Foto: Rinto Andreas

KalbarOke.com — Rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, mulai disiapkan Kodim 1209/Bengkayang. Namun, batalyon yang dirancang pemerintah ini tidak hanya akan berbicara tentang pertahanan.

Di balik rencana pembangunan tersebut, ada agenda lain yang hendak didorong: pemberdayaan masyarakat dan penguatan ketahanan pangan melalui sektor pertanian.

Dandim 1209/Bengkayang Letkol Inf Aprianda mengatakan Batalyon TP nantinya diharapkan memiliki peran lebih luas dalam mendukung pembangunan di daerah. Personel TNI tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan, tetapi juga dapat bersinergi dengan masyarakat dalam mengembangkan potensi pertanian.

“Memang tugas pokoknya nanti bukan hanya fungsi pertahanan, tetapi juga bagaimana pemberdayaan masyarakat dalam bidang pertanian, sehingga ketahanan pangan di wilayah ataupun di kabupaten nanti ke depan bisa maju dengan adanya batalyon,” ujar Aprianda.

Konsep tersebut membuat keberadaan batalyon tidak berhenti pada aktivitas militer. Personel nantinya dapat terlibat dalam memberikan pelatihan kepada masyarakat serta mendorong penggunaan metode dan teknologi pertanian modern.

Dengan demikian, pembangunan batalyon diarahkan menjadi bagian dari strategi memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus menopang ketersediaan pangan di Bengkayang. Rencana tersebut belum sampai pada tahap pembangunan fisik. Salah satu pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan adalah penyediaan lahan.

Baca :  Dari Kampung Yuka, Edi Kamtono Ingin Lomba Sampan Bidar Menembus Sarawak hingga Brunei

Kodim 1209/Bengkayang sebelumnya telah melakukan peninjauan dan komunikasi mengenai calon lokasi pembangunan di Desa Sukabangun, Kecamatan Sungai Betung. Namun, kebutuhan lahan harus memenuhi persyaratan luas minimal yang telah ditentukan. Persoalan ketersediaan lahan menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan rencana pembangunan batalyon dapat berjalan.

Di sisi lain, respons awal masyarakat terhadap rencana tersebut disebut cukup positif. Kodim berencana kembali melakukan sosialisasi kepada warga Desa Sukabangun. “Alhamdulillah dari masyarakat merespons. Nanti kami akan melaksanakan sosialisasi kembali di Desa Sukabangun,” kata Aprianda.

Sosialisasi menjadi bagian penting sebelum rencana tersebut bergerak lebih jauh. Pemerintah, TNI dan masyarakat perlu memiliki pemahaman yang sama mengenai keberadaan Batalyon TP, termasuk manfaat dan peran yang akan dijalankan di tengah masyarakat.

Bagi Kodim 1209/Bengkayang, pembangunan Batalyon TP berpotensi menghadirkan model baru keterlibatan TNI dalam pembangunan daerah. Pertahanan tetap menjadi fungsi utama. Namun, personel juga diproyeksikan dapat mendukung masyarakat melalui pelatihan dan pengembangan pertanian modern.

Baca :  Menanti Kejelasan Kebun Plasma di Benteng Palma Adi Nusa

Di tengah kebutuhan memperkuat ketahanan pangan, peran tersebut menjadi semakin strategis. Masyarakat tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga didorong mengenal metode pertanian yang lebih modern dan produktif.

Rencana pembangunan batalyon di Bengkayang dengan demikian memiliki dua sisi. Di satu sisi, memperkuat struktur pertahanan di wilayah. Di sisi lain, mendorong pemberdayaan masyarakat dan pengembangan sektor pertanian.

Jika rencana tersebut terealisasi, Desa Sukabangun di Kecamatan Sungai Betung berpotensi menjadi salah satu titik penting bagi kehadiran Batalyon Teritorial Pembangunan di Bengkayang.

Sebelum sampai ke tahap itu, penyediaan lahan dan komunikasi dengan masyarakat menjadi tahapan yang harus diselesaikan. Kodim memastikan sosialisasi akan kembali dilakukan untuk membangun sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan warga.

Batalyon yang sedang dirancang itu pada akhirnya diharapkan tidak hanya hadir sebagai simbol pertahanan, tetapi juga ikut bekerja di tengah persoalan pembangunan: meningkatkan kapasitas masyarakat, mendorong pertanian modern dan memperkuat ketahanan pangan Bengkayang. (Rin)