Manuver Mendahului Truk Berujung Maut, Pemotor 19 Tahun Tewas di Trans Kalimantan KM 22

Kecelakaan melibatkan truk trailer dan dua motor terjadi di Trans Kalimantan KM 22 Kubu Raya. Seorang pemotor 19 tahun meninggal dunia. Foto: dok Humas Polri

KalbarOke.com — Upaya mendahului truk trailer di Jalan Trans Kalimantan KM 22, Desa Korek, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, berujung maut. Seorang pemotor berusia 19 tahun, VY, meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan dengan sepeda motor lain dan truk trailer, Selasa pagi, 8 September 2026.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.58 WIB. Selain VY, seorang pengendara motor berinisial BS, 24 tahun, mengalami luka-luka dan mendapat perawatan di Puskesmas Lingga. Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengatakan kecelakaan melibatkan tiga kendaraan, yakni truk trailer yang dikemudikan EM, 37 tahun, serta dua sepeda motor yang dikendarai VY dan BS.

Menurut Ade, peristiwa bermula ketika BS melaju dari arah Tayan menuju Pontianak melalui Jalan Trans Kalimantan. Pada saat yang hampir bersamaan, VY datang dari arah Pontianak menuju Tayan. Saat berada di lokasi kejadian, VY berusaha mendahului truk trailer dari sisi kanan. Namun, manuver tersebut membuat sepeda motornya melebar ke jalur berlawanan.

Baca :  Kabut Asap Mengintai, Polisi Bagikan Masker Gratis kepada Warga Batu Ampar Kubu Raya

Di jalur tersebut, sepeda motor yang dikendarai BS tengah melaju dari arah Tayan menuju Pontianak. “Ketika sepeda motor VY melakukan manuver mendahului dari sisi kanan truk trailer, kendaraan tersebut melebar ke jalur kanan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan datang sepeda motor yang dikendarai BS sehingga benturan tidak dapat dihindarkan,” kata Ade.

Benturan membuat VY terjatuh ke badan jalan. Posisi korban kemudian berada di depan roda belakang truk trailer yang sedang melintas. Jarak yang sudah terlalu dekat membuat kecelakaan berikutnya tidak dapat dihindarkan. VY mengalami luka berat dan akhirnya meninggal dunia.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke kamar jenazah Rumah Sakit Soedarso Pontianak untuk penanganan lebih lanjut. Sementara itu, BS yang mengalami luka-luka mendapat perawatan di Puskesmas Lingga.

Petugas Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Kubu Raya langsung mendatangi lokasi kejadian. Aipda Nur Isa dan Briptu Akmal melakukan olah tempat kejadian perkara dengan didampingi Bhabinkamtibmas Desa Korek.

Baca :  AWC Polres Kubu Raya Jadi Truk Air, 36 Ton Air Bersih Dibagikan ke Warga

Polisi memeriksa posisi kendaraan, kondisi jalan, serta mengumpulkan informasi mengenai rangkaian kecelakaan. Data pengemudi dan para pengendara yang terlibat juga dicatat, sedangkan sejumlah barang bukti diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

Ade mengatakan pemeriksaan terhadap kondisi korban juga dilakukan, termasuk pengecekan korban yang dirawat di Puskesmas Lingga dan jenazah di Rumah Sakit Soedarso. Penanganan perkara kini dilakukan Unit Gakkum Satlantas Polres Kubu Raya. Polisi masih mendalami penyebab dan rangkaian kecelakaan berdasarkan hasil olah TKP serta keterangan pihak-pihak terkait.

Peristiwa di KM 22 tersebut kembali menunjukkan risiko manuver mendahului di jalan lintas dengan arus kendaraan dari dua arah. Pengendara perlu memastikan jarak, kondisi jalur berlawanan, dan ruang yang cukup sebelum berpindah lajur. Sebab, dalam hitungan detik, manuver untuk menyalip kendaraan besar dapat berubah menjadi kecelakaan fatal. (J-Mus)