Air Warga Menipis untuk Padamkan Karhutla, SIDAQ Salurkan 340 Dus Air Minum di Kubu Raya

Warga Wonodadi II Kubu Raya kekurangan air minum setelah persediaan digunakan untuk menghadapi karhutla. SIDAQ menyalurkan 340 dus air. Foto: Jackmus

KalbarOke.com — Ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda, warga Dusun Wonodadi II, Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, tidak hanya menghadapi ancaman api. Persediaan air untuk kebutuhan sehari-hari ikut menipis karena digunakan untuk membantu memadamkan kebakaran dan melindungi rumah.

Kondisi itu mendorong SIDAQ Solidarity menyalurkan bantuan air minum kemasan kepada warga Dusun Wonodadi II, RT 09/RW 11, Selasa, 22 September 2026. Sebanyak 340 dus air minum disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 200 kepala keluarga yang terdampak kekeringan dan kesulitan memperoleh air bersih.

Tim Program SIDAQ, Rati Mulyana, mengatakan bantuan tersebut merupakan respons cepat terhadap kondisi warga yang terdampak karhutla.

“Kami menyelenggarakan ini sebagai respons cepat terhadap kebakaran hutan dan lahan di Desa Wonodadi II. Harapan kami, dengan adanya bantuan dari SIDAQ ini dapat membantu meringankan beban masyarakat yang saat ini mengalami kekeringan, terutama kebutuhan air minum dan air bersih,” ujar Rati.

Menurut Rati, persoalan yang dihadapi warga bukan semata-mata ketersediaan air yang terbatas. Sebagian air yang sebelumnya tersedia harus dialihkan untuk menghadapi kebakaran.

Air digunakan warga untuk membantu memadamkan api sekaligus menyelamatkan rumah dari ancaman kebakaran. Akibatnya, cadangan air untuk kebutuhan minum dan keperluan sehari-hari semakin berkurang.

Kondisi tersebut membuat bantuan air minum menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat. Ironisnya, ketika bantuan mulai dibagikan, hujan justru turun cukup lebat di wilayah tersebut. Bagi SIDAQ, hujan itu menjadi harapan baru bagi warga yang sebelumnya menghadapi kekeringan akibat kondisi karhutla.

“Walaupun hujan turun sangat lebat, mudah-mudahan hujan ini menjadi berkah bagi masyarakat dan dapat membantu mengurangi kondisi kekeringan,” kata Rati.

Anita Laura, warga Dusun Wonodadi II, mengatakan bantuan tersebut datang ketika persediaan air minum warga mulai habis. “Terima kasih atas bantuan ini. Dengan adanya bantuan air ini, kami masyarakat sangat terbantu. Kemarin air kami sudah habis, sehingga bantuan air minum ini sangat berarti bagi kami,” ujar Anita.

Bagi warga, bantuan tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan air minum, tetapi juga mengurangi beban di tengah kondisi lingkungan yang terdampak karhutla. SIDAQ Solidarity sebelumnya juga menyalurkan bantuan air ke sejumlah wilayah lain yang terdampak karhutla, di antaranya Kayong, Simpang Dua Ambawang, dan Desa Puguh Ambawang.

Penyaluran bantuan dilakukan sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat yang menghadapi dampak karhutla dan kekeringan. Di tengah ancaman kebakaran, persoalan air menjadi dua sisi yang saling berkaitan.

Air dibutuhkan untuk menghadapi api, tetapi pada saat yang sama menjadi kebutuhan dasar warga untuk bertahan menjalani aktivitas sehari-hari. Bantuan air minum pun menjadi salah satu bentuk respons kemanusiaan ketika krisis karhutla mulai menyentuh kebutuhan paling dasar masyarakat. (J-Mus)