Ditutup Bupati Darwis, Gawai Dayak Barape’ Sawa 2026 Pikat Wisatawan Malaysia

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis resmi menutup Gawai Dayak Barape' Sawa 2026 yang kini telah sukses menembus kalender event nasional. (Foto: Rin)

KalbarOke.Com — Ribuan pengunjung terlihat memadati area kegiatan untuk menyaksikan berbagai pertunjukan seni dan budaya yang ditampilkan dalam rangkaian acara tahunan tersebut. Sejak sore hingga malam hari, masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Bengkayang dan sekitarnya berdatangan untuk menikmati kemeriahan pesta budaya yang menjadi salah satu agenda adat terbesar masyarakat Dayak di daerah itu.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian pengunjung pada malam keempat adalah penampilan peserta dalam peragaan busana adat Dayak. Para peserta tampil memukau dengan balutan pakaian tradisional lengkap dengan aksesoris khas yang mencerminkan kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakat Dayak. Selain pertunjukan budaya, berbagai hiburan rakyat dan kegiatan seni lainnya turut memeriahkan suasana. Antusiasme masyarakat yang tinggi terlihat dari padatnya area penonton di depan panggung utama hingga sepanjang lokasi kegiatan.

Yani, seorang pengunjung dari Sanggau Ledo saat ditemui di lokasi, mengaku sengaja datang bersama keluarga untuk menyaksikan rangkaian acara Barape’ Sawa 2026.

“Acara tahun ini sangat meriah. Banyak penampilan budaya yang menarik dan menjadi hiburan bagi masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan setiap tahun,” ujar Yani.

Barape’ Sawa sendiri merupakan tradisi budaya masyarakat Dayak yang dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur atas berkat kehidupan sekaligus upaya nyata melestarikan adat dan budaya leluhur.

Gawai Dayak Barape’ Sawa 2026 Kabupaten Bengkayang resmi ditutup oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, melalui prosesi pemukulan gong sebanyak tujuh kali pada Sabtu malam (31/5/2026). Prosesi penutupan yang berlangsung di panggung utama Gawai Dayak Barape’ Sawa tersebut berjalan dengan khidmat dan meriah.

Baca :  ODGJ Bersenjata Tajam yang Resahkan Warga Bengkayang Diamankan

Ribuan masyarakat, tokoh adat, unsur Forkopimda, panitia pelaksana, serta tamu undangan turut menyaksikan momen penting yang menandai berakhirnya rangkaian kegiatan budaya tahunan masyarakat Dayak di Kabupaten Bengkayang tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Sebastianus Darwis menyampaikan bahwa Gawai Dayak Barape’ Sawa telah menjadi agenda tahunan yang sangat dinantikan masyarakat dan kini telah resmi masuk dalam kalender event nasional. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu kekuatan Kabupaten Bengkayang dalam memperkenalkan kekayaan kebudayaan daerah kepada masyarakat luas.

“Gawai Dayak Barape’ Sawa bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Dayak, tetapi juga menjadi aset budaya Kabupaten Bengkayang yang telah dikenal secara nasional,” ujarnya.

Ia mengatakan Kabupaten Bengkayang memiliki banyak event budaya yang mampu menarik kunjungan wisatawan dari berbagai daerah. Bahkan setiap pelaksanaan Gawai Dayak, lokasi acara tidak hanya dikunjungi wisatawan lokal dan domestik, tetapi juga kerap diramaikan oleh wisatawan dari negara tetangga, Malaysia.

“Kita bersyukur karena setiap tahun antusiasme masyarakat sangat tinggi. Pengunjung yang datang bukan hanya dari Kalimantan Barat dan daerah lainnya di Indonesia, tetapi juga dari negara tetangga Malaysia yang turut menikmati kekayaan budaya yang kita miliki,” katanya.

Baca :  Dihadiri Ribuan Warga, Gawai Naik Dango ke-30 Samalantan Jadi Benteng Budaya dan Pemersatu

Bupati juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan Gawai Dayak Barape’ Sawa 2026, mulai dari jajaran panitia, Dewan Adat Dayak (DAD), aparat keamanan, pihak sponsor, hingga elemen masyarakat yang ikut menjaga suasana tetap aman dan kondusif.

Penutupan Gawai Dayak Barape’ Sawa 2026 berlangsung lancar dengan kondisi cuaca malam yang sangat mendukung. Suasana penuh kebersamaan dan semangat pelestarian budaya mewarnai malam penutupan hingga berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan. Dengan berakhirnya agenda tahun ini, diharapkan tradisi dan budaya Dayak tetap lestari serta semakin dikenal luas sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia yang mampu menjadi daya tarik wisata unggulan di Kabupaten Bengkayang.


Ringkasan Berita:

  • Gawai Dayak Barape’ Sawa 2026 di Kabupaten Bengkayang resmi ditutup oleh Bupati Sebastianus Darwis pada Sabtu (31/5/2026) malam.
  • Penutupan ditandai secara simbolis lewat prosesi pemukulan gong sebanyak tujuh kali oleh Bupati di atas panggung utama kegiatan.
  • Sebastianus Darwis mengumumkan bahwa Gawai Dayak Barape’ Sawa kini telah sukses menembus masuk ke dalam kalender event nasional.
  • Gelaran budaya tahunan ini tidak hanya menarik kunjungan warga lokal Kalbar, melainkan juga memikat kedatangan wisatawan asing dari Malaysia.
  • Penampilan peragaan busana adat Dayak pada malam keempat menjadi salah satu daya tarik utama yang paling menyedot perhatian ribuan pengunjung.