Comeback dari Cedera Lutut, Liao Li Xi/Shen Shi Yao Juara Indonesia Masters Pontianak

Liao Li Xi/Shen Shi Yao (duduk) di podium juara ganda putri Indonesia Masters Pontianak 2026 setelah menaklukkan wakil Chinese Taipei, Chou Yun An/Ruo Hsuan Ko (berdiri). Foto: Ist

KalbarOke.com — Gelar juara POLYTRON Pontianak Indonesia Masters 2026 terasa lebih dari sekadar trofi bagi Shen Shi Yao. Beberapa waktu lalu, pemain ganda putri China itu masih berkutat dengan cedera lutut serius. Kini, ia berdiri di podium juara setelah bersama Liao Li Xi menaklukkan wakil Chinese Taipei, Chou Yun An/Ruo Hsuan Ko.

Liao/Shen menang dua gim langsung dengan skor 21-14, 21-15 pada final ganda putri di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Minggu, 6 September 2026. Bagi Shen, perjalanan menuju podium juara sama sekali tidak pernah ia bayangkan ketika masih menjalani masa pemulihan. Cedera lutut yang cukup serius sempat membuatnya harus menepi dan kembali membangun kondisi fisiknya.

“Saya sangat bersyukur karena saya tidak pernah berpikir bisa juara di sini karena sebelum ini saya mengalami cedera lutut yang cukup serius,” kata Shen seusai pertandingan.

Baca :  Udara Bengkayang Dikeluhkan Mengganggu Pernapasan, Demokrat Bagikan 7.000 Masker

Ia menyebut keberhasilan kembali ke lapangan hingga akhirnya meraih gelar tidak lepas dari dukungan orang-orang di sekelilingnya. “Terima kasih kepada pelatih dan partner saya yang selalu membantu saya untuk kembali pulih,” ujarnya.

Di final, Liao/Shen menghadapi perlawanan Chou Yun An/Ruo Hsuan Ko. Meski mampu mengendalikan pertandingan dan menang dalam dua gim, Shen mengakui lawannya tampil baik. Menurut dia, kunci kemenangan terletak pada kemampuan mereka menjalankan instruksi dari pelatih.

“Permainan mereka hari ini sangat baik, tapi kami coba mengikuti arahan-arahan dari pelatih sehingga kami bisa memainkan dengan baik di permainan tadi,” kata Shen.

Perjalanan Liao/Shen menuju gelar juga ditopang proses belajar bersama para pemain senior China. Shen mengungkapkan sejumlah nama besar seperti Jia Yi Fan, Liu Sheng Shu, dan Tan Ning kerap membantu mereka saat latihan.

“Kakak-kakak kami seperti Jia Yi Fan, Liu Sheng Shu atau Tan Ning sangat membantu di latihan, mereka terus mengajari kami. Kami selalu banyak belajar dari pengalaman dan pengajaran mereka,” ujar Shen.

Baca :  Bagas Maulana Menjajal Ganda Campuran, Langsung Menang Telak di Pontianak

Gelar di Pontianak menjadi momentum penting bagi pasangan tersebut, terutama bagi Shen yang baru melewati masa sulit akibat cedera. Namun, Liao Li Xi sadar gelar ini bukan akhir dari perjalanan. Pada turnamen berikutnya, tantangan diperkirakan akan semakin berat. Karena itu, ia memilih tidak terlena dengan keberhasilan di Pontianak.

“Di turnamen berikutnya pasti lebih sulit, tapi kami mau memberikan kembali yang terbaik, coba terus memantapkan hati,” kata Liao.

Kemenangan atas Chou/Ruo sekaligus menutup perjalanan Liao Li Xi/Shen Shi Yao di Pontianak dengan cerita tentang ketekunan. Dari pemulihan cedera hingga berdiri sebagai juara, Shen akhirnya mendapatkan jawaban bahwa perjuangan untuk kembali ke lapangan tidak sia-sia. (deL)