KalbarOke.com – Pelatihan Ashoka Indonesia bersama mitra strategis kembali menghasilkan ide-ide segar dari warga Kampung Yuka, Pontianak, Kalimantan Barat. Dalam sesi hari ketiga, Kamis 28 Agustus 2025, masyarakat berhasil merumuskan berbagai gagasan kreatif untuk mengatasi persoalan kampung sekaligus membuka peluang pengembangan potensi lokal.
Bertempat di Rumah Saoraja, pelatihan ini menghadirkan metode kolaboratif yang mendorong warga sebagai aktor utama perubahan. Fasilitator Beni Tan Heri menjelaskan bahwa diskusi dilakukan layaknya Musrenbang kreatif di tingkat kampung.
“Warga diajak mengidentifikasi persoalan sekaligus menggagas solusi di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, lingkungan, sosial, infrastruktur hingga ekonomi,” jelas Beni.
Dari forum tersebut, sejumlah kelompok kerja langsung terbentuk, antara lain perpustakaan kampung, bank sampah, hingga unit siaga bencana dan pemadam kebakaran (Damkar) swadaya berbasis masyarakat.
Fasilitator lainnya, M. Hermayani Putera, menambahkan bahwa ide damkar kampung lahir karena padatnya pemukiman Yuka yang dihuni sekitar 7.000 jiwa. “Kebutuhan unit pemadam kebakaran swadaya dianggap sangat penting agar bisa merespons cepat bila terjadi kebakaran,” ujarnya.
Selain isu kebencanaan, warga juga menyoroti masalah kriminalitas dan peredaran narkoba. Keamanan kampung dinilai perlu diperkuat agar kehidupan sosial lebih kondusif.
Tak hanya itu, muncul pula gagasan menjadikan Kampung Yuka sebagai destinasi wisata baru di Pontianak. Letaknya yang berada di hilir Sungai Kapuas dinilai memiliki potensi besar untuk menarik pengunjung sekaligus mendorong ekonomi masyarakat.
“Kami berharap Kampung Yuka bisa berkembang sebagai kampung percontohan berbasis komunitas dan destinasi wisata sungai yang membanggakan warga,” tutur Hermayani.
Dengan adanya tindak lanjut berupa pembentukan kelompok kerja, hasil pelatihan ini diharapkan tidak berhenti sebatas ide, tetapi benar-benar diwujudkan secara nyata dalam pembangunan kampung. (*/)
Artikel ini telah dibaca 16 kali