KalbarOke.com – Pemerintah Kota Singkawang mendesak PT PLN (Persero) mempercepat pemulihan gangguan kelistrikan yang dalam beberapa hari terakhir menyebabkan pemadaman di sejumlah wilayah kota. Desakan itu disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pemerintah daerah, dan manajemen PLN UP3 pada Jumat, 3 Juli 2026.
Rapat digelar sebagai respons atas meningkatnya keluhan masyarakat akibat pemadaman listrik yang dinilai telah mengganggu aktivitas sehari-hari hingga berdampak pada layanan publik.
Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, mengatakan pemerintah daerah meminta PLN memberikan penjelasan secara menyeluruh mengenai penyebab gangguan sekaligus menyampaikan perkembangan penanganan secara terbuka kepada masyarakat.
Menurut dia, keterbukaan informasi menjadi penting agar warga mengetahui jadwal pemadaman maupun proses pemulihan yang sedang dilakukan.
“Melalui koordinasi ini, kami meminta penjelasan menyeluruh dari pihak PLN sekaligus meminta untuk menjelaskan dan memberikan informasi kepada masyarakat dan Pemkot agar masyarakat mendapatkan informasi jadwal pemadaman dan informasi yang terjadi,” ujarnya.
Muhammadin menegaskan bahwa meskipun PLN merupakan badan usaha milik negara yang berada di luar kewenangan Pemerintah Kota Singkawang, pemerintah daerah tetap berkewajiban memperjuangkan kepentingan masyarakat yang terdampak.
Karena itu, Pemerintah Kota bersama Wali Kota Singkawang meminta PLN mempercepat langkah-langkah penanganan agar pasokan listrik segera kembali normal.
“Pemerintah Kota bersama Wali Kota mendorong agar PLN mempercepat langkah-langkah penanganan sehingga pasokan listrik kembali stabil dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal. Walaupun hingga saat ini PLN belum dapat memastikan kapan gangguan akan sepenuhnya selesai, kami menegaskan agar persoalan ini segera ditangani secara serius,” katanya.
Dalam rapat tersebut, Pemerintah Kota juga menyoroti dampak pemadaman terhadap sektor pelayanan publik, terutama fasilitas kesehatan. Muhammadin menilai pasokan listrik untuk rumah sakit harus menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan keselamatan pasien.
Menurutnya, gangguan listrik tidak hanya menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, tetapi juga berpotensi menghambat pelayanan medis apabila tidak segera ditangani.
“Kami selaku pemimpin daerah berkewajiban atas nama masyarakat mendorong langkah-langkah percepatan penanganan agar pasokan listrik kembali stabil. Pelayanan rumah sakit sangat prioritas karena terkait nyawa sehingga harus menjadi skala prioritas,” ujarnya.
Pemerintah Kota Singkawang memastikan akan terus mengawal proses penanganan hingga sistem kelistrikan kembali normal. Selain itu, pemerintah juga mengapresiasi kesabaran masyarakat selama gangguan berlangsung.
Pemkot berharap koordinasi yang telah dilakukan bersama PLN dapat mempercepat proses pemulihan sehingga aktivitas warga, pelayanan publik, dan kegiatan ekonomi di Kota Singkawang dapat kembali berjalan secara normal. (Rin)







