SALUT Sekadau Gelar Workshop Karya Ilmiah dan Klinik Ujian, Mahasiswa Diingatkan Tak Copy-Paste

SALUT Kabupaten Sekadau menggelar workshop karya ilmiah dan klinik ujian untuk meningkatkan kemampuan akademik mahasiswa UT serta menanamkan integritas. Foto: Jackmus

KalbarOke.com – Menyusun karya ilmiah tidak cukup hanya dengan mengumpulkan referensi. Mahasiswa juga dituntut mampu mengolah gagasan secara mandiri dan mempertanggungjawabkan setiap tulisan yang dihasilkan.

Pesan itu menjadi salah satu penekanan dalam Workshop Karya Ilmiah dan Klinik Ujian yang digelar Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Kabupaten Sekadau, Sabtu, 3 Oktober 2026. Mengusung tema “Berkarya Cerdas, Ujian Tuntas, Prestasi Berkualitas”, kegiatan tersebut berlangsung di Kantor SALUT Kabupaten Sekadau.

Direktur Universitas Terbuka (UT) Pontianak, Dr. Romi Siswanto, M.Si., menjadi narasumber utama dalam kegiatan yang diikuti mahasiswa UT dari berbagai program studi di Kabupaten Sekadau dan daerah sekitarnya.

Kepala SALUT Kabupaten Sekadau, Abang Mohd Firman, M.Pd., mengatakan kemampuan menyusun karya ilmiah merupakan salah satu bekal penting bagi mahasiswa selama menjalani pendidikan tinggi.

Menurut dia, mahasiswa perlu memahami kaidah penulisan akademik sekaligus menyadari pentingnya menjaga orisinalitas karya. Pemahaman mengenai plagiarisme juga menjadi bagian penting yang ditekankan dalam workshop tersebut.

“Mahasiswa perlu memiliki kemampuan menyusun karya ilmiah secara mandiri, sistematis, dan bertanggung jawab agar dapat menghasilkan karya yang berkualitas serta menjunjung tinggi integritas akademik,” kata Firman.

Selain membahas karya ilmiah, kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang persiapan mahasiswa menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS). Mahasiswa mendapat kesempatan memahami strategi belajar dan pola persiapan ujian agar lebih terarah.

Dalam pemaparannya, Romi menjelaskan sejumlah teknik menyusun karya ilmiah, mulai dari mengorganisasi materi secara sistematis hingga menjaga orisinalitas tulisan. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan praktik salin-tempel sebagai jalan pintas dalam menyelesaikan tugas akademik.

“Mahasiswa UT harus berkarya cerdas, tidak asal copy-paste. Karya ilmiah adalah cerminan kualitas berpikir mahasiswa. Jika karyanya berkualitas, maka prestasinya juga akan berkualitas,” ujar Romi.

Direktur UT Pontianak, Dr. Romi Siswanto, M.Si, dan Kepala SALUT Kabupaten Sekadau, Abang Mohd Firman, M.Pd,. Foto: Jackmus

Materi kemudian dilanjutkan dengan klinik ujian. Dalam sesi ini, mahasiswa memperoleh simulasi dan pembahasan mengenai cara mempersiapkan diri menghadapi UAS.

Klinik tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkonsultasi mengenai kesulitan belajar yang mereka hadapi. Dengan persiapan yang lebih terarah, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengandalkan hafalan, tetapi memahami strategi belajar yang efektif dan membangun kepercayaan diri sebelum ujian.

Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berlangsung sepanjang kegiatan. Mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan, baik mengenai penyusunan karya ilmiah maupun persoalan yang mereka hadapi dalam mempersiapkan ujian.

SALUT Kabupaten Sekadau berharap kegiatan tersebut dapat mendorong mahasiswa UT meningkatkan kualitas akademik, menyelesaikan studi tepat waktu, dan memperoleh hasil belajar yang lebih baik.

Upaya itu sekaligus diarahkan untuk membangun budaya akademik yang menempatkan kejujuran dan integritas sebagai bagian penting dari proses pendidikan. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama serta konsultasi langsung antara mahasiswa dan narasumber. (J-Mus)