KalbarOke.com — Sebuah video yang memperlihatkan aktivitas pembakaran sisa lahan untuk persiapan penanaman kelapa sawit beredar di media sosial ketika kebakaran hutan dan lahan masih menjadi perhatian di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
Video yang disebut diunggah melalui akun TikTok pribadi seorang anggota DPRD Kabupaten Mempawah dari Partai Hanura itu memperlihatkan aktivitas pembakaran sisa lahan. Informasi yang beredar menyebut lahan tersebut disiapkan untuk penanaman sekitar 200 bibit kelapa sawit.
Informasi itu kemudian dilaporkan kepada kepolisian. Polres Mempawah merespons dengan melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya. Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto mengatakan Satreskrim Polres Mempawah telah mengerahkan personel Inafis untuk melakukan pengecekan sekaligus olah tempat kejadian perkara.
“Informasi yang kami terima dari video yang beredar itu langsung kami respons. Personel Inafis Satreskrim sudah kami turunkan untuk mengecek lokasi dan melakukan olah TKP,” ujar Ade Chandra, Minggu, 20 September 2026.
Ade mengatakan video yang beredar menjadi informasi awal bagi kepolisian. Namun, penyidik tidak akan langsung menarik kesimpulan hanya berdasarkan rekaman yang beredar di media sosial. Petugas akan memeriksa kondisi lokasi, mengumpulkan dokumentasi serta meminta keterangan dari pihak-pihak yang dianggap mengetahui aktivitas tersebut.
“Kami ingin memastikan dulu kondisi sebenarnya di lokasi. Karena itu, pemeriksaan tidak hanya berdasarkan apa yang terlihat dalam video, tetapi juga harus didukung dengan fakta yang ditemukan di lapangan,” katanya.
Menurut Ade, penyidik juga akan mencocokkan isi video dengan kondisi aktual di lokasi yang diperiksa. Keterangan saksi dan pihak terkait akan dikumpulkan untuk mengetahui rangkaian peristiwa secara lebih utuh. “Video yang beredar menjadi informasi awal bagi kami. Selanjutnya akan kami cek dan dalami melalui pemeriksaan di lapangan serta bukti-bukti lainnya,” ujarnya.
Polres Mempawah menegaskan proses pemeriksaan masih berlangsung. Polisi belum menyimpulkan apakah aktivitas yang terlihat dalam video tersebut memenuhi unsur pelanggaran hukum. “Semua harus berdasarkan fakta dan bukti. Kami tidak ingin mengambil kesimpulan hanya dari potongan informasi yang beredar di media sosial,” kata Ade.
Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru memberikan penilaian sebelum proses verifikasi selesai. “Kami akan bekerja secara profesional dan sesuai prosedur. Apabila dalam prosesnya ditemukan adanya perbuatan yang memenuhi unsur pelanggaran hukum, tentu akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar dia.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa polisi masih berada pada tahap pemeriksaan awal. Hasil pengecekan lapangan dan bukti yang dikumpulkan akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya.
Pengecekan terhadap video tersebut dilakukan ketika persoalan karhutla masih menjadi perhatian di Mempawah. Polres Mempawah terus melakukan langkah pencegahan, pemantauan dan penegakan hukum terhadap kejadian kebakaran lahan.
Kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan yang berpotensi memicu api meluas, terutama ketika kondisi lingkungan rentan terhadap kebakaran. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan kepada kepolisian maupun petugas terkait.
Video yang beredar di media sosial kini menjadi bahan pemeriksaan polisi. Tetapi bagi penyidik, rekaman tersebut baru merupakan titik awal. Fakta di lapangan dan bukti yang ditemukan akan menentukan apa yang sebenarnya terjadi di lokasi. (*/)






