Pasangan Baru Langsung Angkat Trofi, Wahyu/Pulung Juara Polytron Pontianak International Challenge 2026

Wahyu Agung Prasetyo/Pulung Ramadhan juara Polytron Pontianak International Challenge 2026 saat disambut penggemar di pintu keluar. Foto: Deli Borneo

KalbarOke.com — Dua bulan berlatih bersama menjadi modal penting bagi Wahyu Agung Prasetyo/Pulung Ramadhan untuk mencetak kejutan di POLYTRON Pontianak International Challenge 2026. Pasangan ganda putra itu langsung meraih gelar juara pada turnamen pertama mereka setelah menundukkan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo dalam laga final, Minggu, 30 Agustus 2026.

Wahyu/Pulung menang dua gim langsung dengan skor 22-20, 21-15 di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak. Pertandingan berlangsung ketat pada gim pertama. Wahyu/Pulung harus melewati adu angka hingga 22-20 sebelum akhirnya tampil lebih percaya diri pada gim kedua dan menutup pertandingan 21-15.

Bagi Wahyu, kemenangan tersebut terasa istimewa karena merupakan gelar pertama mereka sejak dipasangkan. “Alhamdulillah rasanya senang dan lega bisa menjadi juara di turnamen pertama kami,” kata Wahyu.

Menurut dia, komunikasi selama menjalani latihan menjadi salah satu faktor yang membuat permainan keduanya cepat menyatu. Wahyu dan Pulung rutin berdiskusi serta saling memberikan evaluasi. “Kami di latihan sering diskusi berdua, kasih evaluasi satu sama lain. Ini jadi kunci mengapa permainan kami bisa cepat klop,” ujarnya.

Gelar di Pontianak itu pun langsung dipersembahkan Wahyu untuk orang-orang yang berada di balik perjalanan mereka. “Gelar juara ini untuk keluarga, pelatih dan semua tim ganda putra,” kata Wahyu.

Pulung mengatakan keberhasilan tersebut bukan datang secara tiba-tiba. Mereka telah menjalani persiapan selama sekitar dua bulan sebelum tampil di Pontianak. Meski demikian, ia mengaku tidak menyangka perjalanan mereka akan berakhir dengan gelar juara.

Baca :  Jibril Cisse Alindra dan Farras Dila Jadi Bujang Dare Pontianak 2026

“Kami persiapan sudah bagus selama dua bulan terakhir ini, tidak menyangka bisa juara tapi kami yakin ada kesempatan. Fokusnya satu pertandingan ke satu pertandingan,” ujar Pulung.

Salah satu perubahan dalam permainan mereka adalah keberanian untuk bertahan. Pulung menilai pola tersebut justru menjadi salah satu kekuatan pasangan baru ini selama menjalani pertandingan di Pontianak. “Dengan Tyo yang mungkin cukup berbeda dari permainan kami adalah sekarang kami lebih berani untuk main bertahan,” tuturnya.

Strategi itu terbukti efektif ketika menghadapi Yeremia/Patra. Wahyu/Pulung mampu menjaga momentum setelah merebut gim pertama yang berlangsung sengit.

Yeremia Akui Lawan Lebih Percaya Diri

Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo meraih Runner Up Men’s Doubles POLYTRON Pontianak International Challenge 2026. Foto: Deli Borneo

Di kubu lawan, Yeremia mengakui Wahyu/Pulung tampil lebih percaya diri. Ia menilai pasangan tersebut bermain tanpa beban dan mampu mempertahankan keyakinan mereka ketika pertandingan memasuki fase kritis. “Kami tidak cukup puas dengan hasil ini tapi memang dari segi permainan mereka lebih percaya diri, lebih yakin,” kata Yeremia.

Yeremia sebenarnya melihat peluang besar pada gim pertama. Mereka sempat unggul, tetapi tekanan pada poin-poin akhir membuat keadaan berubah. “Di gim pertama kami seharusnya bisa menang, kami sudah unggul tapi kami di akhir kena tekanan mereka dan akhirnya berbalik,” ujarnya.

Tekanan semakin terasa pada gim kedua. Yeremia mengatakan dirinya dan Patra kesulitan keluar dari situasi tersebut hingga akhirnya harus mengakui keunggulan lawan. “Di gim kedua pressure-nya lebih berasa, lebih tegang dan tidak bisa keluar dari situasi itu,” kata dia.

Baca :  Bagas Maulana Menjajal Ganda Campuran, Langsung Menang Telak di Pontianak

Setelah turnamen di Pontianak, Yeremia juga harus segera mempersiapkan diri menghadapi turnamen berikutnya. Ia dijadwalkan memulai perjuangan dari babak kualifikasi pada ajang Masters Super 100 pekan depan. “Sekarang kami mau fokus dulu ke recovery, saya merasa ada penurunan kondisi di badan saya. Semoga minggu depan sudah fit kembali,” ujar Yeremia.

Sementara itu, Patra memilih melihat sisi positif dari perjalanan mereka. Meski gagal membawa pulang gelar, ia bersyukur bisa mencapai partai puncak tanpa mengalami cedera. Menurut Patra, hasil di Pontianak menunjukkan adanya perkembangan dibandingkan penampilan mereka sebelumnya yang kerap terhenti pada babak-babak awal.

“Puji Tuhan tetap bersyukur kami bisa sampai final tanpa ada cedera. Kami merasa progresnya sudah lumayan naik karena sebelumnya kami kalah di babak-babak yang kurang memuaskan,” kata Patra.

Ia berharap pengalaman bermain di final menjadi pijakan untuk memperbaiki performa pada turnamen berikutnya. “Semoga kami bisa terus lebih baik untuk cari juara,” ujarnya.

Gelar Wahyu/Pulung di Pontianak menjadi penanda menarik: pasangan yang baru dua bulan membangun chemistry itu langsung mengangkat trofi. Mereka datang dengan status pasangan baru, tetapi pulang sebagai juara. (deL)