UNG Buka Pendidikan Dokter Spesialis Anestesi, Pemerataan Layanan Kesehatan Timur Dipercepat

Ilustrasi Kemdiktisaintek meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif di Universitas Negeri Gorontalo untuk mempercepat pemenuhan dokter spesialis di kawasan timur Indonesia. Foto: Yerson Retamal dari Pixabay

KalbarOke.com – Upaya mempercepat pemerataan dokter spesialis di kawasan timur Indonesia terus diperluas. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi secara resmi meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Selasa, 4 Maret 2026.

Peluncuran tersebut menandai UNG sebagai salah satu fakultas kedokteran termuda yang dipercaya menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis. Acara peresmian dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek Khairul Munadi, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas M.T. Mopili, serta Rektor UNG Eduart Wolok.

Khairul Munadi menyatakan pembukaan program ini merupakan langkah konkret pemerintah menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang memerlukan keahlian khusus, terutama di wilayah timur Indonesia. “Ini bagian dari komitmen pemerataan pendidikan dokter spesialis agar layanan kesehatan berkualitas tidak hanya terpusat di wilayah tertentu,” ujarnya.

Baca :  Kasus Anak di NTT Jadi Perhatian Nasional, Komisi IX DPR Sebut Darurat Kesehatan Mental

Pemerintah, kata Khairul, menargetkan pembukaan 148 program PPDS di 57 fakultas kedokteran di seluruh Indonesia. Hingga awal 2026, jumlah tersebut telah terlampaui dengan dibukanya 160 program studi spesialis, termasuk di UNG dan Universitas Sam Ratulangi.

Rektor UNG Eduart Wolok menyebut kepercayaan tersebut sebagai capaian strategis sekaligus tanggung jawab besar bagi sivitas akademika. Menurut dia, pembukaan PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif sangat penting untuk menjawab kekurangan dokter spesialis di Gorontalo dan kawasan Teluk Tomini.

“UNG adalah salah satu fakultas kedokteran termuda yang dipercaya membuka pendidikan dokter spesialis. Kepercayaan ini harus dijawab dengan komitmen kuat menjaga mutu,” kata Eduart.

Ia menambahkan, selama ini akses pendidikan dokter spesialis di kawasan timur masih terbatas dan terkonsentrasi di beberapa perguruan tinggi. Kehadiran PPDS di UNG diharapkan mempercepat pemenuhan tenaga medis spesialis sekaligus membuka peluang pengembangan program spesialis lainnya.

Baca :  Pemerintah Matangkan Skema Pemutihan Utang BPJS Kesehatan, Cak Imin Targetkan Jalan Awal 2026

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengapresiasi perhatian Kemdiktisaintek terhadap pengembangan pendidikan tinggi di daerahnya. Ia menegaskan pemerintah provinsi siap mendukung penguatan Fakultas Kedokteran UNG, termasuk melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi lain dan sektor swasta.

“Ini momentum penting untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat Gorontalo melalui pendidikan,” ujarnya.

Peluncuran program tersebut juga dihadiri kepala daerah kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo serta perwakilan fakultas kedokteran mitra. Dengan hadirnya PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif, UNG diharapkan kian memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia kesehatan di kawasan timur Indonesia dan mendorong pemerataan layanan kesehatan nasional. (*/)