KalbarOke.com – Kementerian Pariwisata terus memperkuat promosi destinasi wisata Indonesia di pasar internasional. Salah satu langkah terbaru dilakukan melalui kolaborasi publikasi program First Class Indonesia™️ bersama sejumlah mitra strategis untuk meningkatkan kesadaran merek Wonderful Indonesia di pasar Eropa, khususnya Belanda.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam produksi serial tersebut, termasuk RTL 4 dan platform streaming Videoland, serta tim kreatif yang memproduksi konten tersebut.
“Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama untuk menghadirkan konten pariwisata berkelas dunia yang berbasis storytelling kuat serta menonjolkan keaslian dan keberlanjutan,” kata Widiyanti dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 5 Maret 2026.
Menurut dia, program tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat wisatawan mancanegara untuk berkunjung dan merasakan langsung pengalaman berwisata di Indonesia.
Belanda Jadi Pasar Strategis
Belanda dipilih sebagai lokasi pemutaran perdana serial tersebut karena hubungan historis yang erat antara kedua negara. Selain itu, tren kunjungan wisatawan asal Belanda ke Indonesia dinilai cukup konsisten.
Wisatawan dari negara tersebut juga dikenal memiliki minat tinggi terhadap wisata budaya, alam, dan pengalaman pariwisata berkelanjutan. Pemerintah Indonesia menempatkan Belanda sebagai salah satu dari 15 negara target pasar wisatawan mancanegara untuk periode 2025–2026.
Tampilkan Bali, Sumba, hingga Lombok
Program First Class Indonesia menghadirkan serial perjalanan yang menampilkan kekayaan destinasi wisata Indonesia melalui visual sinematik dan narasi inspiratif. Serial ini memperlihatkan berbagai sisi pariwisata Indonesia, mulai dari budaya, kearifan lokal, hingga upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Sejumlah destinasi unggulan yang ditampilkan antara lain Bali, Sumba, dan Lombok. Di Bali, serial ini menampilkan kekayaan spiritual dan budaya melalui ritual sakral, tradisi lokal, praktik wellness, kuliner, serta layanan hospitality kelas dunia.
Sementara di Sumba, program tersebut menyoroti tradisi leluhur masyarakat, kerajinan tangan lokal, hingga dampak sosial dari pengembangan pariwisata berkelanjutan. Adapun di Lombok, penonton diperlihatkan perpaduan antara keindahan alam, aktivitas petualangan, dan praktik pariwisata yang menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui narasi tersebut, pemerintah ingin menegaskan bahwa pariwisata Indonesia berkembang dengan prinsip keberlanjutan, pelestarian budaya, serta pemberdayaan masyarakat lokal.
Jangkau Jutaan Penonton di Eropa
Serial First Class Indonesia ditayangkan melalui RTL 4, salah satu saluran televisi komersial terbesar di Belanda yang menyasar audiens dewasa berusia 25–54 tahun serta keluarga modern. Saluran televisi tersebut memiliki jangkauan sekitar 1,6 juta penonton setiap pekan dan sekitar 4 juta penonton setiap bulan.
Selain melalui televisi, program ini juga tersedia di platform streaming Videoland sehingga memungkinkan audiens yang lebih luas di Eropa menikmati konten tersebut sepanjang 2026.
Widiyanti menilai publikasi melalui media dengan kredibilitas tinggi di Belanda dapat memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi wisata unggulan dunia. Langkah ini juga menjadi bagian dari diplomasi budaya yang mempererat hubungan masyarakat kedua negara melalui sektor pariwisata.
Melalui strategi promosi yang terarah dan kolaboratif, pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2026 dapat mencapai sekitar 16 hingga 17,6 juta kunjungan. (*/)







