Gawai Adat Dayak Meliau Dibuka Meriah, Yohanes Ontot Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya

Gawai Adat Dayak Kecamatan Meliau di Sanggau resmi dibuka dengan prosesi adat dan budaya. Bupati Yohanes Ontot mengajak generasi muda melestarikan budaya Dayak. Foto: dok Humas Polri

KalbarOke.com – Suasana adat dan budaya mewarnai pembukaan Gawai Adat Dayak Kecamatan Meliau atau Gawai Nyopat Soa I DAD Kecamatan Meliau di Rumah Adat Betang Pangsuma, Dusun Meliau Hilir, Desa Meliau Hilir, Kabupaten Sanggau, Senin, 18 Mei 2026.

Kegiatan budaya tahunan itu berlangsung meriah dengan mengusung tema “Dengan Nyopat Sowan, Kita Lestarikan Budaya Kita” dan dihadiri unsur pemerintah, tokoh adat, serta masyarakat Dayak dari berbagai wilayah di Kabupaten Sanggau.

Pembukaan acara dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan prosesi adat penyambutan Bupati Sanggau Yohanes Ontot beserta rombongan melalui tarian tradisional, ritual pancung buluh muda, dan tampung tawar sebagai simbol penghormatan dan doa keselamatan dalam tradisi masyarakat Dayak.

Kapolsek Meliau IPTU Supar turut menghadiri kegiatan bersama unsur Forkopimcam Meliau. Kehadiran aparat kepolisian dalam kegiatan adat tersebut menjadi bentuk sinergi Polri dengan masyarakat adat dalam menjaga keharmonisan dan stabilitas keamanan wilayah.

Baca :  Polsek Tayan Hilir Latih Puluhan Satpam PT ICA, Fokus Tingkatkan Profesionalisme Pengamanan

Selain itu, kegiatan juga dihadiri Anggota DPRD Kalimantan Barat Fransiskus Ason, anggota DPRD Kabupaten Sanggau daerah pemilihan Meliau, Camat Meliau Tang, Danramil Meliau Peltu Jamal, para camat se-Kabupaten Sanggau, ketua DAD tingkat kecamatan, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga tokoh pemuda.

Dalam sambutannya, Bupati Yohanes Ontot yang juga menjabat Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Sanggau menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh tokoh adat yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut.

Menurut dia, Gawai Dayak bukan sekadar perayaan budaya, melainkan bentuk rasa syukur masyarakat Dayak kepada Tuhan atas kehidupan, hasil usaha, serta persaudaraan yang terus terjaga. Ia menilai nilai-nilai luhur dalam tradisi gawai seperti gotong royong, penghormatan kepada leluhur, dan pelestarian budaya harus terus dijaga di tengah perkembangan zaman.

“Melalui kegiatan ini kita berharap persatuan antar sub suku Dayak semakin kuat, keharmonisan sosial terus terjaga dan generasi muda tetap mencintai budaya serta adat istiadat warisan leluhur,” kata Yohanes Ontot.

Baca :  Modus Antar Pacar, Motor Warga Sekayam Digelapkan Teman Sendiri Senilai Rp28 Juta

Kapolsek Meliau IPTU Supar mengatakan kepolisian mendukung penuh kegiatan adat dan budaya selama berlangsung aman dan tertib.

“Kehadiran Polri dalam kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar. Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.

Usai sambutan, Yohanes Ontot secara resmi membuka pelaksanaan Gawai Adat Dayak Kecamatan Meliau yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga 20 Mei 2026.

Selama pelaksanaan kegiatan, pengamanan dilakukan secara terpadu oleh personel Polsek Meliau, Koramil Meliau, Dinas Perhubungan Kabupaten Sanggau, dan Satpol PP Kabupaten Sanggau. Hingga seluruh rangkaian pembukaan selesai, situasi terpantau aman dan kondusif. (*/)