Antisipasi Kelangkaan Jelang Lebaran, Sekda Harisson Kumpulkan Distributor Bahan Pokok

Sekda Kalbar Harisson memimpin Rakor Ketersediaan Bahan Pokok untuk memastikan stabilitas pangan dan energi menjelang Idulfitri di tengah tantangan logistik. (Foto: Adp)

KalbarOke.Com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bergerak cepat memperkuat koordinasi dengan para distributor dan pemasok bahan pokok guna menjamin stabilitas pasokan pangan serta energi menjelang Hari Raya Idulfitri.

Langkah strategis ini dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Ketersediaan Bahan Pokok dan Bahan Penting yang dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, di Ruang Rapat Arwana Kantor Gubernur, Rabu (11/3/2026).

Harisson menegaskan bahwa menjaga harga tetap stabil bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama dalam rantai distribusi. Ia meminta distributor terbuka mengenai kendala di lapangan agar pemerintah dapat mengambil langkah intervensi yang tepat.

“Pengendalian harga pangan membutuhkan koordinasi yang kuat. Kami ingin gambaran jelas mengenai kendala distribusi, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran,” ujar Harisson.

Salah satu tantangan utama yang mencuat dalam rapat adalah ketergantungan Kalimantan Barat pada transportasi laut. Pendangkalan alur sungai dan keterlambatan kapal pengangkut internasional dilaporkan mulai berdampak pada stok komoditas seperti kedelai dan tepung terigu.

Baca :  DPRD Ketapang Warning Pemda: Sengketa Tapal Batas Desa Harus Tuntas via Musyawarah Sebelum Jadi Konflik

Perwakilan distributor kedelai, Eko, mengungkapkan stok saat ini sangat terbatas akibat penundaan pengiriman dari jalur transit internasional. Menanggapi hal itu, Sekda mempertimbangkan penggunaan kapal pengangkut kecil (vinder) sebagai solusi alternatif distribusi logistik.

Di sisi lain, Dinas Ketahanan Pangan memastikan bahwa stok beras di Kalbar masih dalam kategori aman. Sementara itu, pihak Pertamina menjamin ketersediaan BBM dan LPG dengan menyiapkan tambahan 500 ribu tabung LPG guna mengantisipasi lonjakan permintaan jelang hari raya.

Selain kendala teknis, Kepala Biro Perekonomian Setda Kalbar, Harry Ronaldi Mahaputrawan, mengingatkan adanya tantangan global dan iklim. Fenomena El Nino yang diprediksi terjadi mulai Juni 2026 serta ketegangan geopolitik di Selat Hormuz menjadi faktor risiko yang harus diantisipasi sejak dini.

“Faktor geopolitik global dan kondisi iklim perlu kita antisipasi karena dapat memengaruhi harga komoditas pangan dan energi hingga tahun depan,” jelas Harry.

Baca :  Kemesraan TNI dan Warga di Paloh, Sulap Dusun Sempadan Jadi Kampung Merah Putih

Sekda Harisson menutup rapat dengan menginstruksikan penguatan data neraca pangan daerah secara berkala. Hal ini krusial agar pemerintah memiliki basis data yang akurat untuk mencegah penimbunan dan memastikan seluruh masyarakat Kalbar dapat merayakan Idulfitri dengan tenang tanpa beban kenaikan harga yang drastis.


Ringkasan Berita

*Sekda Kalbar Harisson menggelar Rakor dengan distributor pada Rabu (11/3/2026) untuk mengamankan stok pangan jelang Lebaran.

*Stok beras dan BBM/LPG dipastikan aman, namun komoditas impor seperti kedelai mengalami kendala keterlambatan kapal.

*Pendangkalan sungai menjadi hambatan logistik utama, sehingga pemerintah mengkaji penggunaan kapal kecil sebagai alternatif bongkar muat.

*Pemprov mewaspadai dampak anomali iklim El Nino (Juni 2026) dan konflik geopolitik global terhadap harga pangan dan pupuk.

*Pemerintah akan memperketat pengawasan distribusi untuk mencegah praktik penimbunan bahan pokok dan BBM.