KalbarOke.com – Pemerintah Kota Singkawang mempercepat pembangunan Masjid Agung Nurul Islam yang mengusung konsep arsitektur “Kopiah Nusantara”. Masjid tersebut diproyeksikan menjadi ikon wisata religi sekaligus simbol identitas Islam bercorak budaya Nusantara di Kota Singkawang, Kalimantan Barat.
Konsep desain masjid itu digarap arsitek nasional Yori Antar bersama timnya. Yori dikenal melalui sejumlah karya arsitektur berbasis budaya lokal, termasuk restorasi rumah adat Mbaru Niang di Flores dan revitalisasi desa tradisional di berbagai daerah Indonesia.
Dalam keterangannya di ruang kerja Wali Kota Singkawang, Rabu, 6 Mei 2026, Yori mengatakan pembangunan Masjid Agung Nurul Islam kini memasuki tahap kedua. Tahap tersebut meliputi penataan lanskap dan pembangunan fasilitas pendukung seperti kantor pengelola, sekolah, museum, hingga sarana manasik haji.
Menurut Yori, desain bangunan menyerupai kopiah menjadi tantangan tersendiri dalam dunia arsitektur masjid karena konsep tersebut belum pernah diterapkan sebelumnya. “Desain kopiah Nusantara ini menghadirkan tantangan kreatif yang menarik. Kami optimistis, masjid ini akan menjadi ikon yang istimewa dan memiliki karakter kuat,” kata Yori.
Masjid Agung Nurul Islam juga akan dihiasi 99 kaligrafi Asmaul Husna pada bagian dinding bangunan. Elemen tersebut dirancang untuk memperkuat nuansa spiritual sekaligus menjadi pengingat bagi umat Muslim untuk senantiasa mengingat Allah SWT.
Selain itu, penggunaan material terakota berupa bata merah dipilih untuk merepresentasikan kearifan lokal masyarakat Kalimantan dan memperkuat karakter dakwah Islam yang berpadu dengan budaya Nusantara.
Dari sisi teknologi bangunan, tim arsitek menerapkan sistem ventilasi silang atau cross ventilation yang dipadukan dengan teknologi cooling pad untuk menjaga suhu ruangan tetap sejuk.
Sistem tersebut memungkinkan udara panas dari luar berubah lebih dingin saat memasuki area masjid. Pencahayaan alami juga dimaksimalkan untuk mendukung efisiensi energi dan kenyamanan jamaah saat beribadah.
Yori berharap masjid dengan konsep baru tersebut dapat memperkuat semangat toleransi di Kota Singkawang sekaligus menjadi pusat pembelajaran Islam dan destinasi wisata religi yang inspiratif.
Sementara itu, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menegaskan pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh seluruh tahapan pembangunan masjid sesuai desain yang telah direncanakan. Ia menargetkan pembangunan Masjid Agung Nurul Islam dapat rampung pada akhir 2026 sehingga segera difungsikan untuk kegiatan ibadah dan pendidikan keagamaan.
“Pemerintah Kota akan mendukung penuh seluruh tahapan pembangunan. Kami targetkan Masjid Agung dapat selesai dan diresmikan tahun ini,” ujar Tjhai Chui Mie.
Setelah pembangunan selesai, seluruh aktivitas ibadah akan dipusatkan di lantai dua, sedangkan lantai dasar difungsikan untuk mendukung berbagai kegiatan penunjang lainnya. Dengan desain yang unik dan sarat makna budaya, Masjid Agung Nurul Islam diharapkan menjadi simbol harmoni, identitas budaya, sekaligus kebanggaan masyarakat Singkawang. (*/)







