Ekspor Tempe RI Tembus Chile, Nilai Kerja Sama Rp2,1 Miliar

Ilustrasi Produsen tempe Indonesia menjalin kerja sama ekspor ke Chile senilai Rp2,1 miliar, membuka peluang pasar Amerika Latin. Foto: Dian A. Yudianto dari Pixabay

KalbarOke.com – Produsen tempe Indonesia memperluas pasar ekspor ke Amerika Latin melalui kerja sama distribusi dengan mitra dari Chile. Nilai kerja sama ini mencapai 125.000 dolar AS atau sekitar Rp2,1 miliar (asumsi kurs Rp16.800 per dolar AS). Kesepakatan tersebut diteken antara PT Azaki Food International dan OM SpA di kantor Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Santiago, Rabu, 1 April 2026.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menyatakan kerja sama ini menjadi contoh konkret pemanfaatan perjanjian dagang Indonesia–Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement. “Kerja sama ini menunjukkan optimalisasi IC-CEPA dalam mendorong ekspor dan memperkuat promosi dagang Indonesia,” ujarnya.

Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari partisipasi Indonesia dalam pameran Espacio Food & Service 2025 di Santiago. Melalui fasilitasi ITPC, kedua perusahaan berhasil menjajaki peluang bisnis hingga mencapai tahap penandatanganan kerja sama.

Kepala ITPC Santiago, Indah Fajarwati Bachter, menjelaskan bahwa Chile akan menjadi pintu masuk (entry point) bagi ekspansi tempe Indonesia ke kawasan Amerika Latin. “Pada tahap awal, fokusnya penguatan distribusi di Chile, kemudian berpotensi diperluas ke negara lain di kawasan,” katanya.

Baca :  Wamenkeu: APBN Cukup Tangguh Hadapi Gejolak Global dan Tekanan Harga Minyak

Dalam kerja sama ini, OM SpA akan bertanggung jawab atas pengelolaan merek, promosi, pemenuhan regulasi impor pangan, hingga pengembangan jaringan distribusi di Chile.

PT Azaki Food International sendiri merupakan produsen tempe yang telah berdiri sejak 2019 dan memiliki pengalaman ekspor ke berbagai negara seperti Australia, Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, hingga Amerika Serikat. Sementara itu, OM SpA dikenal sebagai perusahaan pangan fermentasi yang mengembangkan produk berbasis kesehatan dan keberlanjutan, termasuk tempe dan miso.

Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag, Miftah Farid, menilai kerja sama ini berpotensi membuka jalan bagi produk Indonesia lainnya untuk masuk ke pasar Chile dan Amerika Latin.

Duta Besar RI untuk Chile, Vedi Kurnia Buana, menyebut kesepakatan ini sebagai bagian dari penguatan diplomasi ekonomi Indonesia di kawasan non-tradisional. “Chile memiliki posisi strategis sebagai hub untuk menjangkau pasar Amerika Latin,” ujarnya.

Baca :  Prabowo Disambut Taruna Indonesia di Jepang, Soroti Beasiswa NDA dan Kerja Sama Strategis

Dari sisi pelaku usaha, Direktur PT Azaki Food International, Cucup Ruhiyat, mengaku optimistis tempe Indonesia dapat diterima di pasar internasional, khususnya di kawasan Amerika Latin. Adapun Direktur OM SpA, Bojan Urbancic, menilai tempe memiliki potensi besar sebagai produk pangan sehat berbasis nabati yang sesuai dengan tren global.

Data menunjukkan Chile mengimpor produk senilai lebih dari 8 miliar dolar AS atau sekitar Rp134 triliun per tahun, dengan permintaan tinggi terhadap makanan sehat dan berbasis nabati.

Pada 2025, total perdagangan Indonesia–Chile tercatat sebesar 535,5 juta dolar AS atau sekitar Rp9 triliun. Dari angka tersebut, Indonesia mencatat surplus sebesar 347,5 juta dolar AS atau sekitar Rp5,8 triliun.

Kerja sama ini diharapkan memperkuat posisi tempe sebagai produk unggulan Indonesia sekaligus membuka peluang ekspor yang lebih luas ke pasar global. (*/)