Andalkan Hasil Bumi, Warga Jagoi Babang Rutin Jual Sayur dan Buah ke Serikin Malaysia

Aktivitas perdagangan hasil bumi warga Jagoi Babang ke Serikin, Malaysia, menjadi tulang punggung ekonomi perbatasan dengan frekuensi hingga empat kali sepekan. (Foto: Rinto A)

KalbarOke.Com — Aktivitas perdagangan hasil bumi masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia, tepatnya di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, terus menunjukkan tren positif sebagai penopang utama ekonomi warga setempat. Secara rutin, masyarakat Indonesia menjual berbagai komoditas pertanian dan perkebunan ke wilayah Serikin, Sarawak, Malaysia.

Beragam hasil bumi yang dibawa warga menuju garis batas negara tersebut meliputi sayur-sayuran seperti kacang panjang, buncis, dan tomat. Selain itu, aneka buah-buahan seperti jeruk, buah naga, jahe, hingga komoditas lokal unik seperti kladi, buah mali, dan pete perenggi juga menjadi primadona yang diminati pasar di wilayah tetangga.

Aktivitas jual beli lintas batas ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian vital dari roda perekonomian. Dalam sepekan, warga dilaporkan dapat melakukan aktivitas perdagangan hingga empat kali untuk mengantarkan hasil bumi mereka ke kawasan Serikin.

Herman, salah seorang warga yang rutin menjual dagangannya, mengungkapkan bahwa akses perdagangan ini sangat membantu masyarakat kecil, terutama para petani, dalam meningkatkan pendapatan dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Baca :  Dukung Pembangunan Rumah Radakng Samilik, Edi Kamtono Targetkan Penuntasan Jalan Panca Bhakti

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah beserta jajaran yang telah memberikan ruang dan kemudahan bagi masyarakat perbatasan untuk mencari nafkah. Dengan adanya akses perdagangan ini, kami masyarakat Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat dan Jagoi Babang, sangat terbantu,” ujar Herman, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, kemudahan akses yang diberikan pemerintah telah membuka lapangan kerja bagi pedagang kecil yang menggantungkan hidup sepenuhnya dari hasil bumi lokal. Konsistensi warga dalam berdagang hingga berkali-kali dalam seminggu menjadi bukti tingginya ketergantungan ekonomi pada pasar lintas batas tersebut.

“Setiap minggu kami bisa sampai empat kali masuk ke kawasan perbatasan Jagoi Babang dan Serikin, Malaysia, untuk mengantarkan hasil bumi. Ini sangat membantu ekonomi masyarakat kecil,” jelas Herman.

Senada dengan hal itu, harapan akan keberlanjutan hubungan bilateral yang harmonis juga disampaikan oleh warga lainnya. Penguatan kerja sama antara Indonesia dan Malaysia dinilai menjadi kunci agar aktivitas ekonomi ini tidak terhambat di masa depan.

Baca :  Diduga Epilepsi Kambuh Saat Menimba Air, Rusdi Ditemukan Tak Bernyawa di Desa Nanga Serawai

“Kami berharap ke depan hubungan kerja sama antara Indonesia dan Malaysia semakin baik, agar masyarakat perbatasan bisa terus merasakan manfaat ekonomi dari aktivitas perdagangan ini,” tambah Baharudin.

Keberlangsungan perdagangan hasil bumi lintas negara ini menegaskan bahwa kawasan perbatasan memiliki potensi ekonomi yang besar. Masyarakat berharap pengelolaan wilayah perbatasan dapat terus dioptimalkan melalui kerja sama bilateral yang berkelanjutan demi kesejahteraan warga di beranda depan negara.


Ringkasan Berita:

  • Warga Jagoi Babang, Bengkayang, rutin menjual hasil bumi seperti sayuran dan buah-buahan ke Serikin, Malaysia.
  • Aktivitas perdagangan dilakukan hingga empat kali dalam sepekan sebagai sumber penghasilan utama keluarga.
  • Komoditas yang dijual meliputi kacang panjang, buah naga, jeruk, hingga produk lokal seperti buah mali.
  • Warga mengapresiasi kemudahan akses yang diberikan pemerintah dalam mendukung ekonomi masyarakat kecil di perbatasan.
  • Harapan muncul agar kerja sama bilateral Indonesia-Malaysia terus diperkuat guna kelancaran arus barang di perbatasan.