Balap Liar Marak di Palangka Raya, Polisi Siapkan Sirkuit Sabaru Jadi Solusi

Ditlantas Polda Kalteng akan mengoptimalkan Sirkuit Sabaru untuk menekan balap liar di Palangka Raya, selain memperketat penjagaan di titik rawan. Foto: Robert Balog dari Pixabay

KalbarOke.com — Balap liar masih menjadi persoalan berulang di sejumlah ruas jalan di Palangka Raya, terutama pada malam akhir pekan hingga dini hari. Untuk menekan praktik tersebut, Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Tengah menyiapkan langkah penanganan jangka pendek dan menengah.

Direktur Lalu Lintas Polda Kalteng, Yusep Dwi Prastiya, mengatakan isu balap liar hampir selalu muncul dalam setiap forum dialog dengan masyarakat, termasuk pengemudi ojek online dan organisasi kepemudaan. “Setiap audiensi dengan masyarakat, ojol, maupun OKP, balap liar selalu menjadi topik pembahasan,” kata Yusep, Senin, 6 April 2026.

Untuk langkah cepat, kepolisian akan memperketat penjagaan di sejumlah titik yang kerap dijadikan arena balap liar. Selain patroli rutin, personel juga akan disiagakan langsung di ruas-ruas jalan rawan seperti Jalan Ahmad Yani, Murjani, Adonis Samad, hingga RTA Milono.

Baca :  KPK Observasi Calon Kabupaten Antikorupsi 2026, Asahan hingga Palangka Raya Masuk Radar

Menurut Yusep, kehadiran petugas secara langsung di lokasi diharapkan mampu mencegah aksi balap liar sebelum terjadi. “Dengan kehadiran kita di sana, diharapkan mereka mengurungkan niatnya,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan strategi jangka menengah dengan menghidupkan kembali Sirkuit Sabaru Km 11 sebagai wadah resmi bagi pecinta otomotif. Rencana tersebut akan dilakukan dengan menggandeng pemerintah daerah, termasuk menggelar berbagai event otomotif agar minat masyarakat, khususnya anak muda, dapat tersalurkan secara positif dan aman.

Baca :  Korlantas Izinkan Tilang Manual 5 Persen, Dinilai Lebih Efektif Tekan Pelanggaran

Yusep menilai sebagian besar pelaku balap liar bukan didorong motif taruhan, melainkan keinginan untuk menunjukkan kemampuan di hadapan teman sebaya dan penonton. “Mereka lebih kepada unjuk diri, ingin dilihat,” kata dia.

Polisi berharap kombinasi penegakan hukum dan penyediaan ruang alternatif seperti sirkuit resmi dapat menjadi solusi efektif untuk menekan balap liar sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan. (*/)