Landak  

Hadir di Konfercab WKRI Ngabang, Karolin Ajak Emak-Emak Pilah Sampah dan Waspada Kekerasan Perempuan

Bupati Landak Karolin Margret Natasa menekankan peran kompleks perempuan dalam keluarga dan isu perlindungan anak pada Konfercab WKRI Ngabang. (Foto: Ist.)

KalbarOke.Com — Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menegaskan bahwa peran perempuan dalam keluarga merupakan kendali vital yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Menurutnya, perempuan memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk kualitas generasi masa depan sekaligus menjaga keseimbangan rumah tangga.

Hal tersebut disampaikan Karolin saat menghadiri Konferensi Cabang X Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Dewan Pengurus Cabang Salib Suci Ngabang pada Sabtu (11/4/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Aula Persekolahan Maniamas Ngabang ini mengusung tema pemberdayaan perempuan untuk mewujudkan kesejahteraan.

“Menjadi perempuan itu berat. Secara ilmiah, otak perempuan memang diciptakan lebih kompleks dari otak laki-laki,” ujar Karolin Margret Natasa di hadapan para peserta konferensi.

Dalam arahannya, Karolin mengajak para perempuan untuk menyadari peran besar mereka sebagai kunci penentu pola asuh dan keharmonisan keluarga. Ia menilai pendidikan karakter anak bermula dari peran ibu sebagai fondasi utama di dalam rumah.

“Peran wanita dalam keluarga adalah membesarkan dan mendidik anak-anak. Itu fondasi utama,” tegasnya pada Sabtu (11/4/2026).

Dengan gaya santai, Karolin juga menyinggung kehebatan ibu rumah tangga dalam mengelola manajemen keuangan keluarga. Ia memuji kemampuan para ibu yang tetap mampu mencukupi kebutuhan bulanan meski dengan anggaran yang terbatas.

Baca :  Tolak Program Kawasan Hutan, Warga Dusun Sumiak Cabut Plang PKH di Tanah Adat

“Jangan ajarkan emak-emak untuk menghemat. Mereka paling tahu bagaimana mengatur gaji suami cukup sebulan,” katanya yang disambut tawa hangat para hadirin.

Di balik suasana akrab tersebut, Karolin turut memberikan atensi serius pada isu kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ia memastikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memberikan perlindungan maksimal bagi para korban melalui fasilitas penunjang.

“Kita punya safe house untuk korban kekerasan perempuan dan anak,” ungkap Karolin menegaskan kehadiran negara dalam melindungi kelompok rentan.

Selain masalah sosial, persoalan lingkungan hidup seperti pengelolaan sampah di wilayah Ngabang juga menjadi perhatian Bupati. Ia mengajak para ibu untuk mulai mempraktikkan kebiasaan memilah sampah plastik dari rumah guna menjaga keberlangsungan ekosistem.

“Ayo mulai memilah sampah dari rumah. Plastik tidak akan terurai. Kalau belanja, bawa kantong sendiri. Itu sederhana, tapi penting,” pesannya menutup sambutan.

Ketua panitia, Aeni, menjelaskan bahwa konferensi ini diikuti oleh 48 pengurus cabang dan 65 pengurus ranting. Forum ini bertujuan menyusun program kerja serta memilih kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2029.

Baca :  Warga Pontianak Silakan Merapat! Open House di Kediaman Wali Kota dan Wawako Dibuka Mulai Hari Pertama

Sementara itu, Ketua Presidium DPD WKRI Kalbar, Agnes Wahyurini W, mengingatkan agar organisasi yang sudah berusia lebih dari satu abad ini tetap relevan. Ia meminta WKRI fokus pada empat isu strategis, yakni kemiskinan, lingkungan hidup, teknologi informasi, dan pemberantasan korupsi.


Ringkasan Berita

  • Bupati Landak Karolin Margret Natasa membuka Konfercab X WKRI Ngabang di Aula Maniamas pada Sabtu (11/4/2026).
  • Karolin menekankan bahwa peran perempuan sangat kompleks dan menjadi kunci utama dalam pendidikan serta keharmonisan keluarga.
  • Bupati memastikan ketersediaan safe house di Kabupaten Landak bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.
  • Ibu-ibu diajak untuk terlibat aktif dalam pelestarian lingkungan dengan cara memilah sampah rumah tangga dan mengurangi penggunaan plastik.
  • Konferensi ini menjadi forum untuk menetapkan program kerja serta memilih pengurus baru WKRI Cabang Ngabang periode 2026–2029.