DWP Kemenag Kalbar Perkuat Madrasah Inklusi, Helmi Nasaruddin Umar: Inklusi Harus Jadi Budaya

Penasihat DWP Kementerian Agama RI Ny Hj Helmi Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya menjadikan inklusi sebagai budaya pendidikan dalam pembinaan DWP Kanwil Kemenag Kalbar di Pontianak. Foto: dok Kemenag Kalbar

KalbarOke.com – Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama RI, Ny Hj Helmi Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya membangun budaya inklusi di lingkungan pendidikan saat menghadiri kegiatan Pembinaan DWP dan Penguatan Program Madrasah Inklusi di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Rabu, 13 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Helmi menegaskan bahwa konsep inklusi tidak cukup hanya dipahami sebagai program formal, melainkan harus menjadi bagian dari budaya pendidikan yang diterapkan secara nyata di lingkungan sekolah maupun madrasah.

“Inklusi bukan sekadar program, tetapi bagaimana kita membangun kepedulian dan menghadirkan ruang yang setara bagi semua anak untuk tumbuh dan berkembang,” kata Helmi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Barat Dr H Muhajirin Yanis, Ketua DWP Kanwil Kemenag Kalbar Hj Salbia Muhajirin Yanis, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Kalbar H Mahmud, jajaran pengurus DWP Kanwil Kemenag Kalbar, serta Ketua DWP Kemenag kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat. Sejumlah ASN perempuan Kementerian Agama dari berbagai daerah juga mengikuti kegiatan secara daring.

Baca :  Truk Tangki Terguling di Trans Kalimantan Sanggau, Sopir Tewas usai Hindari Lubang Jalan

Helmi mengajak seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan untuk terus mengambil peran dalam mendukung tugas dan pengabdian aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Agama, terutama dalam memperkuat pelayanan pendidikan dan sosial kepada masyarakat.

Menurut dia, dukungan keluarga memiliki kontribusi penting terhadap kualitas pelayanan publik yang diberikan ASN kepada masyarakat. “Sebagai istri ASN Kementerian Agama, kita memiliki peran penting dalam mendukung tugas dan pengabdian suami. Dukungan yang tulus dari keluarga akan menjadi kekuatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca :  Operasi Pekat Kapuas 2026, Polisi Tangkap 4 Pelaku Narkoba di Singkawang

Ia juga mengapresiasi langkah Kanwil Kemenag Kalbar yang terus memperkuat program madrasah inklusi melalui berbagai kegiatan yang melibatkan guru, peserta didik, dan dukungan aktif Dharma Wanita Persatuan.

Sementara itu, Ketua DWP Kanwil Kemenag Kalbar Hj Salbia Muhajirin Yanis menyebut pembinaan tersebut menjadi dorongan moral bagi seluruh jajaran DWP untuk semakin aktif mendukung program Kementerian Agama, khususnya di bidang pendidikan inklusi dan kepedulian sosial.

Menurut Salbia, penguatan pendidikan inklusi menjadi bagian penting dalam menciptakan layanan pendidikan yang ramah bagi seluruh anak tanpa diskriminasi. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Acara ditutup dengan sesi dialog bersama serta komitmen memperkuat layanan pendidikan inklusi di Kalimantan Barat. (*/)