Mengadang Bara di Belakang Supadio: Detik-detik Tim SAR Polda Kalbar Jinakkan Sisa Karhutla

Tim SAR Ditsamapta Polda Kalbar berjibaku memadamkan sisa titik api karhutla di belakang Bandara Supadio guna mencegah kabut asap mengganggu penerbangan. Foto: dok Humas Polri

KalbarOke.com — Lahan gambut di Jalan Parit Seruat, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, belum sepenuhnya aman. Meski sempat dipadamkan sehari sebelumnya, kepulan asap putih dan barisan titik api kembali menyelinap dari balik tanah hitam, persis di area belakang kompleks Bandara Internasional Supadio, Selasa (28/7/2026).

Menyadari potensi bahaya yang mengintai objek vital penerbangan tersebut, Tim SAR Direktorat Samapta Polda Kalimantan Barat bergerak cepat. Patroli rutin yang semula ditujukan untuk penyisiran lokasi berubah menjadi aksi pembasahan intensif saat petugas mendapati api yang berpotensi kembali menjilat.

Dipimpin oleh AKP Dori Prabowo, sebanyak 11 personel SAR dikerahkan ke lokasi. Mereka tak datang dengan tangan kosong. Armada kendaraan rescue, sepeda motor trail untuk menembus jalan setapak, mesin pompa portabel, hingga water backpack disiagakan untuk mengepung sumber asap.

Baca :  Bank Kalbar Khitan 153 Anak Gratis di HUT ke-62, Wujud Nyata Kepedulian Sosial untuk Masyarakat Kalbar

“Petugas di lapangan langsung melakukan pemadaman, melokalisasi titik api, dan menyemprotkan air secara masif untuk pembasahan lahan agar bara gambut di bawah permukaan tak kembali membara,” kata Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Bambang Suharyono.

Kawasan gambut di sekitar Bandara Supadio memang menjadi salah satu zona merah yang rutin diawasi ketat setiap kali musim kemarau tiba. Kepulan asap tebal di wilayah ini tak sekadar mengancam ekosistem dan kesehatan warga, tetapi juga berisiko membahayakan jarak pandang navigasi pesawat.

Baca :  Berawal dari Aktivis Mimbar Untan Pontianak, Sekjen AMSI Maryadi Tutup Usia

Bambang menegaskan bahwa respons cepat di lapangan merupakan standar wajib Polda Kalbar dalam memitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). “Personel kami akan terus melakukan patroli dan pemantauan mendalam. Langkah cepat ini penting agar api tidak kembali membesar dan memicu dampak sosial-ekonomi yang lebih luas,” tutur Bambang.

Selain menyiagakan personel dan peralatan operasional di titik-titik rawan, Polda Kalbar juga mengimbau keras masyarakat agar menghentikan praktik pembersihan atau pembukaan lahan dengan cara dibakar. Penegakan hukum dan langkah pencegahan akan terus berjalan beriringan dengan patroli deteksi dini di lapangan. (*/)