Dua Titik Api Muncul di Kebun Gaharu Singkawang, Dua Hektare Lahan Terbakar

Dua titik api terdeteksi di kawasan kebun gaharu, Mayasopa, Singkawang. Sekitar dua hektare semak belukar terbakar di tengah musim kemarau. Foto: Rinto Andreas

KalbarOke.com — Musim kemarau kembali menguji kewaspadaan warga Singkawang. Dua titik api terdeteksi di kawasan kebun gaharu, RT 011/RW 004, Kelurahan Mayasopa, Kecamatan Singkawang Timur, Selasa, 25 Agustus 2026.

Informasi mengenai titik api itu bermula dari pemantauan satelit Manggala Agni. Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti Lurah Mayasopa bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan atau Forkopimcam dan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).

Tim bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan. Setibanya di kawasan kebun gaharu, petugas membagi personel menjadi dua kelompok untuk melakukan penyisiran. Hasilnya, dua titik api ditemukan.

Titik pertama berhasil dipadamkan. Adapun titik kedua masih menyala sehingga petugas melakukan penanganan mulai sekitar pukul 16.00 WIB hingga 18.37 WIB. Kobaran api menghanguskan semak belukar dengan luas diperkirakan mencapai dua hektare. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Baca :  Saat Anak-anak Diajak Meninggalkan Layar Gadget dan Kembali Bermain di Singkawang

Penanganan kebakaran tidak berlangsung mudah. Lokasi titik api berada cukup jauh ke dalam kawasan hutan sehingga petugas harus menghadapi medan yang sulit dijangkau. Keterbatasan personel dan peralatan turut menjadi kendala. Kondisi yang mulai gelap pada malam hari juga membuat proses pemadaman tidak dapat dilakukan secara maksimal.

Pihak Kelurahan Mayasopa menilai kebutuhan peralatan dan dukungan logistik semakin mendesak untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Sejumlah peralatan yang dibutuhkan antara lain mesin Robin, 10 gulung selang lipat, senter kepala, bahan bakar, serta tambahan personel dan logistik.

Baca :  Gebyar Kemerdekaan di Singkawang, Pelajar dan Guru Ikuti Lomba hingga Permainan Tradisional

Kelurahan Mayasopa juga mendorong agar posko dan personel penanggulangan karhutla segera kembali diaktifkan. Langkah itu dinilai penting karena kondisi kemarau dan kekeringan masih meningkatkan risiko kebakaran.

Di sisi lain, masyarakat diminta tidak menunggu api membesar untuk bertindak. Warga yang menemukan asap atau titik api di sekitar kawasan permukiman, kebun, maupun hutan diimbau segera melaporkannya kepada petugas. Deteksi lebih dini dinilai menjadi kunci untuk mencegah api menjalar dan mengubah lahan yang terbakar menjadi kebakaran yang lebih luas. (Rin)