Kabut Asap Mulai Menyelimuti Singkawang, Warga Diminta Waspada Kebakaran

Anggota DPRD Kota Singkawang, Sutopo Ariyanto. Foto: Rinto Andreas

KalbarOke.com — Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Setelah berlangsung hampir sepekan, cuaca kering mulai diikuti kemunculan kabut asap di sejumlah wilayah.

Kondisi itu membuat Anggota DPRD Kota Singkawang, Sutopo Ariyanto, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Ia mengingatkan bahwa cuaca panas dan minim hujan dapat membuat api dengan cepat menjalar apabila terjadi kebakaran.

Sutopo secara khusus meminta warga tidak melakukan pembakaran lahan ataupun sampah secara sembarangan. “Kondisi tersebut mulai berdampak dengan munculnya kabut asap di sejumlah wilayah Kota Singkawang,” kata Sutopo, Jumat, 21 Agustus 2026.

Menurut dia, kebiasaan membakar sampah atau membuka lahan dengan api menjadi semakin berisiko ketika kondisi lingkungan sedang kering. Api yang semula kecil dapat sulit dikendalikan dan berpotensi meluas.

Baca :  Polres Sekadau Selidiki Dugaan Perampasan Emas Hampir 1 Kilogram, Penyidik Kumpulkan Alat Bukti

Sutopo juga mengingatkan masyarakat untuk tidak hanya mewaspadai kebakaran di lahan terbuka. Potensi kebakaran di lingkungan permukiman pun perlu menjadi perhatian. Ia meminta warga memastikan kondisi rumah aman sebelum bepergian. Kompor, tungku, listrik, maupun sumber api lainnya harus dipastikan sudah dalam kondisi aman.

Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk mencegah kebakaran akibat kelalaian, terutama ketika suhu udara tinggi dan kondisi lingkungan relatif kering. Di sisi lain, Sutopo mengimbau masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak untuk membatasi aktivitas di luar rumah jika kabut asap semakin pekat.

Imbauan itu bukan hanya berkaitan dengan keselamatan dari potensi kebakaran, tetapi juga untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat memburuknya kualitas udara. Sutopo meminta kewaspadaan dilakukan secara bersama-sama. Masyarakat, kata dia, memiliki peran penting dalam mendeteksi kebakaran sejak dini sebelum api berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Baca :  Kemarau Mengintai, Forkopincam Mempawah Hulu Siapkan Strategi Cegah Karhutla

“Saya mengingatkan masyarakat agar saling menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran,” ujarnya.

Ia berharap kondisi kemarau tidak berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas. Selain merusak lingkungan, karhutla dapat menghasilkan kabut asap yang mengganggu kesehatan, mobilitas, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Bagi Sutopo, pencegahan menjadi kunci. Ketika hujan jarang turun dan lahan mengering, satu sumber api kecil dapat berubah menjadi persoalan besar bagi satu kota. Karena itu, ia mengajak masyarakat Singkawang meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan selama musim kemarau masih berlangsung. (Rin)