Dua Hektare Lahan Gambut Terbakar di Singkawang Utara, Tim Gabungan Berjibaku Cegah Api Meluas

Dua titik kebakaran membakar sekitar dua hektare lahan di Sungai Bulan, Singkawang Utara. Tim gabungan berjibaku memadamkan dan mendinginkan lahan gambut. Foto: Ist

KalbarOke.com — Api kembali menguji kesiapsiagaan tim penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kota Singkawang. Dua titik kebakaran ditemukan di Kelurahan Sungai Bulan, Kecamatan Singkawang Utara, Selasa, 25 Agustus 2026.

Koramil 1202-03/Singkawang Tengah bersama tim gabungan langsung bergerak melakukan pengecekan dan pemadaman. Sekitar dua hektare lahan dilaporkan terbakar di kawasan tersebut.

Tak jauh dari lokasi, petugas juga melakukan pendinginan di Kelurahan Sungai Rasau. Lahan bekas terbakar seluas sekitar dua hektare menjadi sasaran penyemprotan untuk memastikan bara api tidak kembali menyala.

Medan yang dihadapi petugas bukan lahan biasa. Kawasan tersebut berupa gambut yang ditumbuhi semak belukar, rasam, kayu campuran dan pepohonan yang dalam kondisi cukup kering. Kondisi itu membuat penanganan karhutla harus dilakukan dengan cepat. Api yang tampak kecil di permukaan berpotensi kembali menyala apabila bara di bawah permukaan gambut belum sepenuhnya padam.

Baca :  Cornelis Rayakan Ulang Tahun ke-73, Kesehatan Sang Istri Jadi Kado Terindah di Tengah Pengabdian untuk Negeri

Danramil 1202-03/Singkawang Tengah Kapten Inf P. Hutagalung memimpin langsung pengerahan personel. Unsur TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, pemadam kebakaran, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan warga turut terlibat dalam penanganan.

“Penanganan karhutla membutuhkan gerak cepat dan sinergi seluruh pihak. Kami terus melakukan pemadaman, pendinginan dan monitoring agar tidak muncul kembali titik api baru,” kata Kapten Inf P. Hutagalung.

Puluhan personel diterjunkan dengan dukungan sejumlah peralatan pemadam. Mesin pompa air hingga kendaraan pemadam digunakan untuk menjangkau dan mengendalikan area yang terbakar.

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa. Patroli juga terus digelar di sekitar kawasan yang terbakar. Petugas sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan, terutama ketika kondisi vegetasi dan lahan mengering akibat musim kemarau.

Baca :  Aipda Agus Bawa Sekadau Raih Emas Perdana POPDA Kalbar, Kapolres Beri Penghargaan

Hingga sore hari, kondisi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali. Namun, beberapa bagian lahan masih mengeluarkan asap sehingga tim gabungan melanjutkan pemantauan dan pendinginan.

Di tengah panas dan kepungan asap, personel tetap bertahan di lapangan. Bagi mereka, memadamkan api bukan hanya soal menghentikan kobaran yang terlihat, tetapi memastikan api tidak kembali muncul dari lahan gambut yang masih menyimpan bara.

Situasi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa ancaman karhutla di Singkawang belum sepenuhnya berakhir. Kesiapsiagaan, pemantauan titik panas dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran meluas. (Rin)