Landak  

Bukan Sekadar Berpatroli, Polisi Meranti Menyapa Warga di Tengah Kabut Asap

Polsek Meranti menggelar patroli siang sambil berdialog dengan warga. Polisi mengingatkan soal keamanan lingkungan dan bahaya kabut asap. Foto: Ist

KalbarOke.com — Mobil atau kendaraan patroli polisi melintas di tengah aktivitas warga. Namun kali ini, personel Polsek Meranti tidak sekadar memantau jalan dan situasi keamanan. Mereka berhenti, menyapa warga, lalu membuka percakapan.

Patroli siang digelar di sejumlah wilayah Kecamatan Meranti, Senin, 24 Agustus 2026. Di sepanjang rute, polisi menyempatkan diri berdialog dengan masyarakat. Pendekatan itu menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas tanpa selalu mengandalkan penindakan hukum.

Dalam pertemuan singkat tersebut, polisi mengajak warga menjaga lingkungan bersama-sama. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan, termasuk menjaga barang berharga dan memperhatikan kondisi sekitar.

Polisi membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan informasi jika menemukan aktivitas atau keadaan yang mencurigakan. Bagi kepolisian, percakapan langsung dengan warga dapat menjadi cara untuk mengetahui persoalan di lapangan sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan. Patroli kali ini berlangsung ketika kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah.

Polisi pun mengingatkan warga agar tidak mengabaikan kondisi udara dan jarak pandang. Jika asap semakin pekat dan jarak pandang menurun, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam beraktivitas, terutama saat berkendara. Kapolsek Meranti Ipda Uwes mengatakan patroli tidak hanya ditujukan untuk memantau keamanan wilayah.

Baca :  Kemarau Mengintai, Forkopincam Mempawah Hulu Siapkan Strategi Cegah Karhutla

“Patroli bukan hanya sebatas kegiatan untuk memantau situasi, tetapi juga menjadi sarana bagi anggota untuk hadir dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat. Kami ingin memastikan warga merasa aman sekaligus mengingatkan agar tetap waspada terhadap potensi gangguan kamtibmas,” kata Uwes.

Menurut dia, komunikasi langsung menjadi bagian penting dalam mendeteksi potensi gangguan sejak dini. Polisi dapat menerima informasi dari masyarakat, sementara warga mengetahui bahwa aparat berada dekat dengan lingkungan mereka.

Terkait kabut asap, Uwes meminta masyarakat memperhatikan perubahan kondisi lingkungan. Jarak pandang yang menurun, kata dia, dapat meningkatkan risiko kecelakaan ketika warga berkendara.

“Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas dan jarak pandang. Warga diharapkan tetap berhati-hati serta segera menyampaikan informasi kepada pihak berwenang apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan maupun membahayakan masyarakat,” ujarnya.

Baca :  Pilkades PAW Sebadu: Pinus Menang Telak, Partisipasi Warga 97 Persen

Uwes menegaskan keamanan bukan semata-mata tanggung jawab polisi. Masyarakat memiliki peran penting untuk mengenali dan melaporkan potensi gangguan di lingkungan masing-masing.

“Sinergi antara polisi dan masyarakat sangat penting. Dengan komunikasi yang baik dan kewaspadaan bersama, berbagai potensi gangguan dapat diantisipasi lebih awal sehingga situasi keamanan tetap terjaga,” katanya.

Patroli rutin sekaligus pendekatan kepada warga diharapkan membuat kehadiran polisi tidak berhenti pada seragam dan kendaraan patroli. Di lapangan, polisi ingin menjadi bagian dari percakapan warga—mendengar keluhan, menerima informasi, dan mengingatkan risiko yang mungkin luput dari perhatian.

Di tengah kabut asap dan aktivitas warga yang terus berjalan, pesan yang dibawa polisi sederhana: keamanan tidak selalu dimulai dari penindakan. Kadang, ia bermula dari sapaan dan percakapan singkat di pinggir jalan. (dRi)