Landak  

Golkar Landak Target 4-5 Kursi DPRD pada Pemilu 2029, Suparda Kembali Pimpin Partai

Golkar Landak menargetkan tambahan kursi DPRD pada Pemilu 2029. Fabianus Suparda kembali dipercaya memimpin dan membidik kekuatan politik lebih besar. Foto: Hendri Marcelleno

KalbarOke.com — Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Landak mulai memasang target lebih tinggi untuk Pemilu 2029. Setelah kembali mempercayakan Fabianus Suparda sebagai ketua DPD, partai berlambang pohon beringin itu tak lagi sekadar mempertahankan tiga kursi di DPRD Landak.

Golkar membidik tambahan kursi hingga membangun kekuatan politik yang lebih besar di parlemen daerah. Target tersebut mencuat dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Kabupaten Landak di Aula Hotel Hanura Km 2, Kecamatan Ngabang, Ahad, 23 Agustus 2026. Forum lima tahunan itu menjadi arena evaluasi sekaligus titik awal konsolidasi partai menghadapi Pemilu 2029.

Ratusan kader, pengurus kecamatan, organisasi sayap, organisasi yang didirikan dan mendirikan Golkar, serta sejumlah pimpinan partai politik hadir dalam Musda tersebut.

Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Ketua DPD Golkar Kalimantan Barat Ichfany, Anggota DPR RI Fraksi Golkar Komisi IV Adrianus Asia Sidot, Wakil Bupati Landak Erani, jajaran pengurus Golkar Kalbar, KPU dan Bawaslu Landak, serta sejumlah senior partai.

Terpilih kembali memimpin Golkar Landak, Fabianus Suparda mengatakan Musda bukan sekadar forum penetapan pengurus. Menurut dia, forum tersebut harus menjadi ruang untuk membongkar kelemahan partai selama lima tahun terakhir.

“Musda ke-VI ini adalah momentum Partai Golkar untuk melakukan evaluasi kinerja Partai Golkar Kabupaten Landak lima tahun yang lalu,” kata Suparda.

Ia menilai hasil evaluasi harus diterjemahkan menjadi kerja politik yang lebih terukur. Targetnya jelas: meningkatkan suara dan jumlah kursi Golkar di DPRD Landak pada Pemilu 2029.

“Harapan saya, kekurangan-kekurangan di lima tahun yang lalu itu dapat diperbaiki. Di lima tahun yang akan datang, di pemilu yang akan datang, Golkar dapat menambah suara dan menambah kursi di DPRD Kabupaten Landak untuk meraih ketua fraksi,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah optimistis target tersebut dapat dicapai, Suparda menjawab singkat. “Optimis!”. Jawaban itu kini harus dibuktikan dengan kerja organisasi. Sebab, target memperoleh kekuatan politik lebih besar tidak cukup hanya mengandalkan hasil Pemilu 2024.

Ketua DPD Golkar Kalbar Ichfany meminta kepengurusan baru segera bergerak. Salah satu pekerjaan yang dianggap penting ialah memastikan tidak ada daerah pemilihan yang luput dari persiapan. “Tidak boleh ada dapil yang kosong. Semua dapil harus dipersiapkan dengan serius,” kata Ichfany.

Baca :  Pertina Landak Bagikan 500 Masker di Tengah Kabut Asap Ngabang

Ia juga menyoroti keberhasilan Golkar Landak merebut kembali satu kursi DPRD Provinsi Kalimantan Barat dari wilayah Landak setelah sekitar satu dekade tanpa keterwakilan di tingkat provinsi. Capaian itu, kata dia, harus menjadi modal untuk menghadapi kontestasi berikutnya.

Pada daerah pemilihan dengan jumlah kursi besar, Golkar bahkan didorong tidak berhenti pada upaya mempertahankan satu kursi. Partai ditantang untuk meraih lebih dari satu kursi. Persiapan calon legislatif pun diminta dilakukan lebih awal. Sesuai arahan DPP Golkar, penjaringan dan persiapan calon legislatif mulai dilakukan sejak 1 Januari 2027.

Artinya, pemetaan kekuatan setiap dapil, penjaringan tokoh dan kader potensial, penguatan struktur partai hingga strategi pemenangan harus mulai dikerjakan jauh sebelum tahapan Pemilu 2029 memasuki fase krusial.

Saat ini Golkar memiliki tiga kursi di DPRD Kabupaten Landak. Jumlah tersebut belum bertambah pada Pemilu 2024. Namun, perolehan suara partai meningkat dan Golkar berhasil mengembalikan keterwakilannya di DPRD Kalbar dari wilayah Landak.

Wakil Bupati Landak Erani menyambut positif Musda tersebut. Ia menilai forum partai bukan hanya berkaitan dengan kepentingan elektoral, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi dan komunikasi untuk memperkuat kontribusi politik terhadap pembangunan daerah.

“Secara pribadi dan juga bagian dari pemerintah, kita menyambut baik atas kegiatan Musda ke-VI Partai Golkar di Kabupaten Landak. Tentu ini menjadi sarana komunikasi dan interaksi, dan juga evaluasi konsolidasi di internal partai,” kata Erani.

Menurut dia, pembangunan Landak tidak mungkin hanya bertumpu pada satu kekuatan politik. Seluruh partai memiliki ruang untuk berkontribusi. “Landak adalah rumah besar kita bersama. Tidak bisa dibangun oleh satu-satu partai, tapi semua partai yang ada ikut berkontribusi memajukan kabupaten ini,” ujarnya.

Ia berharap kompetisi antarpartai justru menghasilkan kontribusi yang lebih besar bagi daerah. “Justru itulah akan semakin memperkaya bagaimana banyak partai berkontribusi, bukan hanya memajukan internal partai, tetapi lebih daripada itu bisa mempercepat kemajuan kabupaten ini melalui kontribusi partai yang ada,” kata Erani.

Dalam konteks kekuatan Golkar di DPRD Landak, Erani menyebut angka tiga kursi masih dapat ditingkatkan. “Kalau sekarang tiga kursi, mudah-mudahan ke depan bisa empat atau lima kursi,” ujarnya.

Baca :  Jalan 8 Km di Pedalaman Landak Diperbaiki, Waktu Tempuh Senyamu-Serimbu Terpangkas dari 2 Jam Jadi 20 Menit

Musda VI tidak hanya berbicara soal target kursi. Golkar Landak juga menegaskan komitmennya mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ichfany mengatakan Golkar sebagai bagian dari koalisi pemerintahan memiliki tanggung jawab memastikan program pemerintah tidak berhenti sebagai kebijakan di tingkat pusat.

“Ini bukan hanya forum evaluasi kepengurusan, tetapi juga forum konsolidasi untuk membuat program-program strategis di Landak ke depan, terutama dalam rangka pengawalan dan percepatan program-program pemerintah,” ujar Ichfany.

Ia menyebut pesan tersebut sejalan dengan instruksi Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia kepada seluruh kader. “Program-program Bapak Presiden Prabowo Subianto harus dikawal, dipercepat dan direalisasikan sehingga benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” katanya.

Suparda juga memberikan penghargaan kepada kader, terutama pengurus kecamatan yang menjadi salah satu ujung tombak partai dalam Pemilu 2024. Menurut dia, peningkatan suara Golkar tidak terjadi secara tiba-tiba. Kader bekerja mengawal suara sejak tempat pemungutan suara (TPS), desa, kecamatan hingga proses pleno KPU.

Hasilnya, meski kursi DPRD Landak masih tiga, Golkar mampu meningkatkan suara dan kembali memperoleh satu kursi DPRD Kalbar dari daerah tersebut. “Keberhasilan ini bukan hanya keberhasilan ketua, tetapi juga keberhasilan seluruh tim yang telah berkorban waktu, tenaga dan pikiran,” ujar Suparda.

Kini ia meminta kader kembali memperkuat barisan. “Kita harus bersatu, bergandengan tangan untuk membawa Golkar lebih maju dan lebih baik,” katanya.

Musda VI telah menetapkan kembali Suparda sebagai nahkoda Golkar Landak. Target pun sudah diletakkan: mempertahankan tiga kursi, mengincar empat hingga lima kursi, memperkuat fraksi, dan membuka peluang merebut posisi pimpinan DPRD.

Namun, pekerjaan terbesar justru dimulai setelah Musda berakhir. Mulai 2027, Golkar harus menerjemahkan target politik itu ke dalam kerja nyata: memetakan dapil, mencari calon legislatif potensial, memperkuat struktur, merawat basis pemilih dan memastikan mesin partai bergerak hingga tingkat TPS.

Di atas panggung Musda, target itu terdengar sederhana. Di lapangan, pertarungannya akan jauh lebih panjang: dari konsolidasi kader hingga suara rakyat yang menentukan siapa yang akhirnya duduk di kursi DPRD Landak pada Pemilu 2029. (dRi)