Yeremia/Patra Back to Back ke Final Indonesia Masters, Serangan Jadi Senjata Utama

Yeremia/Patra melaju ke final Indonesia Masters 2026 setelah mengalahkan pasangan Malaysia. Mereka mengandalkan serangan dan kepercayaan diri. Foto: Deli Borneo 

KalbarOke.com — Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo kembali memastikan tempat di final Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. Mereka melaju ke partai puncak setelah menang meyakinkan atas pasangan Malaysia, Low Hang Yee/Ng Eng Cheong, Sabtu, 5 September 2026.

Bermain di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Yeremia/Patra tampil agresif sejak awal. Unggulan ketiga itu menang dua gim langsung dengan skor 21-7, 21-15. Kemenangan tersebut mengantar Yeremia/Patra mencatat penampilan final secara beruntun. Termasuk menjadi satu-satunya wakil Indonesia tembus final Indonesia Masters 2026.

Bagi Yeremia, pencapaian itu menjadi sumber kebanggaan sekaligus peluang untuk menuntaskan turnamen dengan gelar juara. “Bangga sekali bisa back to back finals, harapannya besok bisa juara dan mengeluarkan kemampuan yang maksimal,” kata Yeremia seusai pertandingan.

Yeremia mengatakan kunci kemenangan pada gim kedua adalah keberanian mempertahankan permainan menyerang ketika perolehan angka sempat berjalan ketat. Setelah interval, pasangan Malaysia sempat memberikan tekanan.

Namun Yeremia/Patra tidak mengubah pendekatan dengan bermain bertahan. Mereka justru terus berusaha mengambil inisiatif serangan. “Di interval gim kedua poinnya ketat tapi setelah itu kami tetap fokus menyerang karena kami tidak mau main defense,” ujar Yeremia.

Baca :  17 Negara Meramaikan Pontianak International Challenge 2026, Polytron Tegaskan Dukungan untuk Bulutangkis Indonesia

Menurut dia, permainan menyerang memberikan tekanan lebih besar kepada lawan. Sebaliknya, terlalu lama bertahan dapat membuat pasangan Indonesia kehilangan kendali dalam reli. “Karena kan permainan yang bagus itu ya menyerang. Kalau main defense kami bisa saja mati tapi kalau menyerang pasti kan lawan yang lebih tertekan,” kata dia.

Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo kembali memastikan tempat di final Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. Foto: Ist

Yeremia menilai keberhasilan mereka kembali mencapai final tidak terlepas dari kepercayaan satu sama lain. Meski sudah menjalani pertandingan demi pertandingan, ambisi untuk terus menunjukkan performa terbaik masih menjadi bahan bakar pasangan tersebut.

“Kunci back to back finals? Mungkin percaya satu sama lain, yakin dan ambisinya masih tinggi untuk performa kami,” ujar Yeremia.

Patra menambahkan bahwa kemenangan atas pasangan Malaysia kali ini juga tidak lepas dari persiapan yang lebih matang. Sejak awal pertandingan, mereka berusaha menjalankan pola permainan yang telah disiapkan. “Hari ini kami lebih siap dari pola permainan, kami lebih menekan dari awal,” kata Patra.

Strategi tersebut berjalan efektif. Yeremia/Patra mampu membuat Low/Ng kesulitan mengembangkan permainan sehingga gim pertama berakhir dengan selisih angka cukup jauh. “Puji Tuhan tadi bisa menerapkan semua yang kami mau jadinya bisa menang relatif cepat,” ujar Patra.

Baca :  Bagas/Indah Tersingkir di Perempat Final Indonesia Masters 2026, Dukungan Penonton Pontianak Tak Cukup Menahan China

Tantangan lebih berat menanti Yeremia/Patra di final. Mereka akan menghadapi pasangan asal Chinese Taipei yang dinilai memiliki permainan rapi dan pola serangan yang perlu diantisipasi. Patra mengatakan timnya tidak hanya akan mengandalkan serangan. Mereka juga menyiapkan pola bertahan yang dapat dilanjutkan dengan serangan balik.

“Besok melawan pasangan Chinese Taipei, kami antisipasi dari pola-pola serangannya mereka karena mereka juga bermain rapi dari kemarin yang saya lihat,” kata Patra. “Kami mau menyiapkan pola defense balik serang-nya,” timpalnya lagi.

Bagi Yeremia/Patra, final di Pontianak menjadi kesempatan untuk mengubah pencapaian back to back final menjadi gelar juara. Modalnya sudah mereka kantongi: kepercayaan satu sama lain, keberanian mengambil inisiatif, serta ambisi untuk terus meningkatkan performa.

Kini, satu pertandingan terakhir akan menentukan apakah perjalanan mereka di Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 berakhir dengan trofi. (deL)