Sempat Anjlok, Harga TBS Sawit di Kabupaten Landak Kini Tembus Rp3.100 per Kilogram

Harga TBS kelapa sawit di Kabupaten Landak mulai bangkit ke kisaran Rp2.800 hingga Rp3.100 per kilogram setelah Pemkab memanggil 11 PKS. (Foto: Hendri M)

KalbarOke.Com — Setelah sempat anjlok hingga menyentuh Rp1.500 per kilogram di tingkat petani, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Landak mulai menunjukkan tren positif. Sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) kini tercatat telah membeli TBS petani dengan harga mencapai Rp2.800 hingga Rp3.100 per kilogram.

Sebelumnya, harga sawit di tingkat petani merosot tajam menyusul gejolak pasar yang terjadi pasca pengumuman kebijakan tata kelola ekspor komoditas strategis, termasuk crude palm oil (CPO), oleh Presiden Prabowo Subianto. Kondisi tersebut sempat memicu keluhan mendalam dari para petani karena harga di tingkat pabrik saat itu masih berada di kisaran Rp2.610 hingga Rp2.650 per kilogram, sementara harga yang diterima petani swadaya merosot di angka Rp1.500 per kilogram.

Berdasarkan penetapan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalimantan Barat periode akhir Mei, harga TBS untuk petani mitra atau plasma usia tanam 10–20 tahun sebenarnya mencapai Rp3.370,64 per kilogram. Namun, harga di tingkat petani swadaya di lapangan masih sangat beragam dan cenderung jauh lebih rendah karena mengikuti mekanisme pasar yang dinamis.

Wakil Bupati Landak, Erani, mengatakan pemerintah daerah telah mengambil langkah taktis dengan memanggil 11 perusahaan PKS yang beroperasi di Kabupaten Landak guna meminta penjelasan sekaligus mendorong adanya tindakan nyata untuk memperbaiki harga sawit petani.

“Beberapa minggu yang lalu, atas arahan Ibu Bupati, kami sudah memanggil 11 PKS yang ada di Kabupaten Landak. Kita mempertanyakan dan menyampaikan apa yang dirasakan masyarakat. Harapan kita tidak hanya sebatas komitmen, tetapi ada tindakan nyata dari perusahaan,” ujar Erani.

Baca :  Polisi Tahan Kapal Pembawa 3 Ton Keong Lola Ilegal

Menurutnya, pihak PKS menyampaikan bahwa persoalan harga TBS tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi kebijakan nasional hingga dinamika pasar global, terutama pergerakan harga CPO dunia.

“Kita tunggu beberapa saat ini karena pemerintah pusat juga sedang melakukan berbagai upaya agar harga TBS kembali stabil dan tidak anjlok seperti beberapa waktu lalu,” katanya. Saat ditanya mengenai perkembangan terbaru, Erani mengungkapkan bahwa beberapa perusahaan telah mulai menindaklanjuti komitmen mereka dengan menaikkan harga pembelian TBS.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Landak, Yully Nomensen, menegaskan pihaknya terus melakukan pemantauan ketat terhadap perkembangan harga sawit di lapangan.

“Ibu Bupati sudah mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh PKS dan asosiasi petani terkait gejolak harga yang terjadi. Kami terus melakukan monitoring dan saat ini trennya sudah mulai naik. Memang kenaikannya belum signifikan, tetapi arahnya positif,” ujar Yully.

Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, sejumlah PKS di Kabupaten Landak kini telah membeli TBS dengan harga yang jauh lebih baik dibandingkan beberapa pekan lalu.

“Sudah ada beberapa PKS yang membeli di harga Rp2.800 per kilogram, bahkan ada yang sudah mencapai Rp3.100 per kilogram hari ini,” ungkap Yully.

Ia menambahkan, pemerintah daerah tidak akan berhenti pada tahap pemantauan normatif saja. Bersama tim terpadu terkait, pihaknya siap melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap perusahaan-perusahaan yang belum menyesuaikan harga sesuai komitmen yang telah disepakati bersama.

Baca :  Di Tengah Tekanan IHSG, Emiten Pertamina Group Tunjukkan Kinerja Tahan Banting

“Berdasarkan surat imbauan dari Ibu Bupati dan hasil rapat bersama 11 PKS, kami akan terus memonitor perkembangan harga. Mereka juga diminta memberikan update secara berkala. Langkah konkret berikutnya, kami bersama tim akan turun langsung melakukan sidak ke PKS,” tegasnya.

Meski harga TBS belum sepenuhnya kembali ke level tertinggi yang diharapkan, kenaikan yang mulai terjadi dalam beberapa hari terakhir memberikan angin segar dan harapan baru bagi ribuan pekebun sawit di Kabupaten Landak yang sebelumnya terpukul akibat anjloknya harga jual hasil panen mereka.


Ringkasan Berita:

  • Harga TBS kelapa sawit di Kabupaten Landak merangkak naik ke angka Rp2.800 hingga Rp3.100 per kilogram setelah sempat anjlok ke level Rp1.500.
  • Penurunan harga sebelumnya dipicu oleh respons pasar atas penyesuaian kebijakan ekspor CPO nasional yang berdampak pada petani swadaya.
  • Merespons keluhan warga, Wakil Bupati Erani bersama Disbunnak memanggil 11 manajemen PKS untuk mendesak perbaikan harga beli di tingkat petani.
  • Kepala Disbunnak Landak Yully Nomensen menyebut tren kenaikan harga mulai terlihat nyata berdasarkan surat imbauan resmi dari Bupati Landak.
  • Pemkab Landak memastikan akan segera menerjunkan tim gabungan untuk menggelar sidak ke pabrik-pabrik sawit yang membandel dari kesepakatan harga.