KalbarOke.com — Perayaan Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak menjadi panggung bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas, mengenal budaya daerah, hingga belajar berdagang. SD Negeri 39 Pontianak Kota berkolaborasi dengan SD Kartika XVII-1 menggelar pentas seni dan bazar kewirausahaan di lingkungan SDN 39 Pontianak Kota, Kamis, 22 Oktober 2026.
Mengusung tema “Bersatu, Berkarya, dan Berprestasi untuk Pontianak Tercinta”, kegiatan ini menghadirkan beragam penampilan, mulai dari bertundang, hadroh, menyanyi solo, pencak silat, berceleteh, karnaval busana Melayu, hingga japin massal dan saprahan.
Tak hanya menampilkan kemampuan di bidang seni, para siswa juga mengikuti Market Day dan bazar kewirausahaan. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak mendapat kesempatan mengenal proses jual beli, berlatih berkomunikasi, serta belajar bertanggung jawab sejak usia sekolah dasar.
Kolaborasi dua sekolah ini tidak sekadar memeriahkan hari jadi kota. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembelajaran di luar kelas untuk membangun keberanian, rasa percaya diri, dan kemampuan bekerja sama.
Kepala SD Kartika XVII-1, Urai Erlina, M.Pd., mengatakan partisipasi dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi sekolahnya. Terlebih, sekolah yang dipimpinnya sedang menjalani renovasi.
“Sebagai kepala sekolah, kami sangat bersyukur dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Walaupun sekolah kami sedang direnovasi, semangat anak-anak, guru, dan orang tua tetap tinggi. Banyak pembelajaran yang bisa diperoleh anak-anak melalui kegiatan ini,” ujarnya.
Menurut Urai, kesempatan tampil bersama siswa dari sekolah lain memberi pengalaman baru bagi peserta didik. Mereka dapat belajar berinteraksi, membangun kebersamaan, dan mengembangkan kemampuan melalui kegiatan seni maupun aktivitas kewirausahaan.
Ia berharap peringatan Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak dapat menjadi momentum untuk mendorong kemajuan kota, terutama dalam meningkatkan mutu pendidikan dan mengembangkan potensi generasi muda.
Sementara itu, Kepala SDN 39 Pontianak Kota, Susintoi, M.Pd., turut mendukung kolaborasi yang membuka kesempatan bagi siswa untuk menampilkan bakat dan hasil pembelajaran mereka.
Salah satu unsur penting dalam kegiatan ini adalah pengenalan budaya lokal melalui pertunjukan seni dan tradisi Melayu. Karnaval busana Melayu, japin massal, bertundang, dan saprahan menjadi bagian dari upaya mendekatkan warisan budaya kepada peserta didik.
Melalui penampilan tersebut, siswa tidak hanya berlatih tampil di depan umum, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengenal dan menghargai tradisi daerahnya.
Pengenalan budaya sejak dini diharapkan menumbuhkan rasa memiliki terhadap identitas lokal. Anak-anak juga belajar menghargai perbedaan kemampuan dan latar belakang melalui interaksi dengan teman-teman dari sekolah lain.
Selain seni dan budaya, kegiatan ini menempatkan pendidikan karakter sebagai bagian dari pengalaman belajar. Siswa didorong untuk berani mencoba, menghargai hasil karya teman, serta membangun kerja sama dalam menyiapkan penampilan.
Di luar panggung pertunjukan, Market Day dan bazar kewirausahaan menghadirkan pengalaman belajar yang lebih praktis. Siswa berkesempatan mengenal aktivitas perdagangan, berkomunikasi dengan pembeli, dan memahami tanggung jawab dalam menjalankan kegiatan jual beli.
Pengalaman tersebut menjadi pengenalan awal terhadap keterampilan kewirausahaan. Anak-anak dapat belajar tentang interaksi ekonomi sederhana sekaligus melatih kemandirian dan kreativitas.
Keterlibatan guru, pihak sekolah, serta paguyuban orang tua turut mendukung pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi ini memperlihatkan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam menyediakan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak.
Melalui perayaan Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak, SDN 39 Pontianak Kota dan SD Kartika XVII-1 berharap kerja sama antarsekolah dapat terus berkembang. Kegiatan serupa diharapkan menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lain untuk menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, memperkuat karakter, dan membuka ruang bagi potensi setiap siswa.
Perayaan hari jadi kota pun menjadi kesempatan untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sekaligus mendorong generasi muda tumbuh sebagai pribadi yang kreatif, mandiri, percaya diri, dan berprestasi. (J-Mus)






