Jalan Perbatasan Rusak, Siswa Jalan Kaki. Berangkat Sekolah Subuh Hari

SAMBAS-KB1- Permasalahan lama yang tak kunjung selesai ada di Desa Sijang, Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas. Daerah perbatasan langsung dengan Biawak, Malaysia ini sampai sekarang, kondisi infrastruktur di daerah ini tak kunjung selesai. Sejumlah ruas jalan pun rusak parah.

Lebih tepatnya di Jalan Gurah, Desa Sijang Kecamatan Galing. kurangnya perhatian dari Pemerintah. Allotopus, warga sekitar menyebutkan, adanya jalan rusak, semuanya ikut berdampak. Mulai dari ekonomi hingga pendidikan.

“Jalan ini adalah akses utama kami. Jalan lain hanya jalan tikus, rutenya pun jauh. Harus keliling hutan baru sampai ke pusat kota,” katanya, kepad akalbarsatu.com.

Allotopus menyebutkan, kerusakan jalan mulai jelas terlihat pada saat musim hujan. Jalan utama warga ini mirip kubangan lumpur. Kendaraan motor nyaris tidak bisa melintas. Bahkan para pejalan kaki harus rela menyingsingkan celana hingga ke atas lutut agar bisa melintasi jalan tersebut.

“Padahal jalan ini merupakan jalan desa, bukan jalan untuk ke kebun. Kondisi seperti ini sudah berlangsung dua tahunan,” katanya.

Yang tidak bisa habis pikir, pemerintah daerah seperti kehabisan akal untuk bisa merealisasikan pembangunan di daerah tersebut. Allotopus mengatakan, yang paling prihatin dari permasalahan ini adalah para siswa di desanya.

“Anak-anak kami harus rela menempuh perjalanan menuju sekolah subuh hari,” katanya. Padahal ia masuk sekolah adalah pukul 07.00. Taopi setiap hari mereka selalu datang terlambat. Para siswa itu harus rela jalan kaki sepanjang enam kilometer.

Dina, warga setempat mengatakan sudah lama warga di desanya mengeluh kondisi seperti ini. Mereka juga bingung menyampaikan aspirasi kepada siapa.

“Kami warga setempat memang mengeluh, tapi mau berbuat tidak tau. Kami sangat perlu bantuan dari pemerintah,” katanya. (bob/01)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 1506 kali