Jokowi: Saya Tolak Permohonan Grasi Napi Narkoba

PONTIANAK, KB1- Presiden Joko Widodo menolak dengan tegas permohonan grasi narapidana kasus narkoba.

“Kemarin itu pas saya buka berkasnya ternyata narkoba, saya tandatangani tolak, buka lagi, narkoba saya tolak, khusus yang satu ini tidak,” ungkap Presiden Jokowi dalam sambutannya pada peresmian Masjid Raya Mujahidin Pontianak Selasa (20/1).

Jokowi mengungkapkan kemarin sudah di hukum mati enam orang narapidana kasus narkoba. Dan masih ada 64 orang lagi yang di vonis hukuman mati oleh pengadilan.

“Oleh pengadilan lo, bukan oleh presiden. Kemudian mereka meminta grasi atau pengampunan kepada presiden semuanya kita tolak. Setuju tidak?,” ungkap Jokowi disambut teriakan setuju para hadirin.

Menurutnya, meski keputusannya menolak grasi menuai tekanan dari berbagai pihak dirinya sebagai presiden harus tegas.

“Meskipun banyak tekanan dari sana sini, tetapi sekali lagi kita memang sudah berada pada posisi darurat narkoba. Kalau di negara lain bawa satu gram saja sudah dikenakan hukuman mati, di Indonesia bukan hanya kilogram tetapi ton,” ungkap Jokowi.

Bahkan, kata dia, mereka yang sudah ditangkap pun masih bisa melakukan bisnis narkoba dari dalam penjara.

Untuk itulah, dirinya berpesan kepada kyai dan ustadz untuk mensyiarkan tentang masalah narkoba kepada generasi muda. Saat ini, Indonesia berada pada posisi darurat narkoba.

“Karena yang harus direhabilitasi hampir 4,5 juta orang, generasi muda kita yang sudah tidak bisa direhabilitasi 1,2 juta orang, yang meninggal mati karena narkoba tiap hari ada kurang 50 orang setahun ada 18 ribu orang meninggal karena narkoba. Sehingga perlu kita sadarkan semuanya lewat masjid-masjid sampaikan bahayanya narkoba. 18 ribu meninggal setiap tahunnya karena narkoba,” paparnya rinci.

Usai memberikan sambutan, Jokowi beserta istri melakukan pengguntingan pita tanda peresmian Masjid Raya Mujahidin Pontianak dan melaksanakan shalat tahyatul masjid. (Sai/03)

 

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 1262 kali