Karantina Kalbar Percepat Layanan Ekspor di Pelabuhan Kijing, Dukung Lonjakan Pengiriman Kelapa ke Cina

Ilustrasi Balai Karantina Kalimantan Barat dan Pelindo Regional 2 Pontianak memperkuat fasilitas di Pelabuhan Kijing untuk mempercepat layanan sertifikasi ekspor, terutama komoditas kelapa bulat tujuan Cina. Foto: Thomas G. dari Pixabay

KalbarOke.com – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Barat mempercepat langkah modernisasi layanan ekspor dengan memperkuat kesiapan operasional di Pelabuhan Kijing. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi bersama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Pontianak untuk memastikan proses sertifikasi komoditas ekspor berlangsung lebih cepat, efisien, dan aman.

Penguatan layanan ini dilakukan di tengah tingginya arus ekspor komoditas kelapa bulat asal Kalimantan Barat menuju Cina. Pelabuhan Kijing kini menjadi salah satu gerbang utama pengiriman produk unggulan daerah ke pasar internasional, sehingga kesiapan fasilitas pemeriksaan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas penyediaan fasilitas pemeriksaan karantina yang memadai, mulai dari sarana laboratorium hingga infrastruktur digital yang mendukung pelayanan di lapangan.

Meski pemerintah Cina saat ini belum mewajibkan tindakan fumigasi secara ketat terhadap komoditas kelapa bulat, Balai Karantina Kalimantan Barat tetap memperkuat sistem biosekuriti. Salah satunya dengan menyiapkan laboratorium di kawasan pelabuhan untuk mendeteksi kemungkinan keberadaan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) maupun serangga yang berpotensi menghambat kelancaran ekspor.

Baca :  Kemenag Kalbar Sebut Sistem Manajemen Talenta Jadi Peluang Besar bagi ASN

Selain fasilitas laboratorium, kebutuhan perangkat operasional berbasis teknologi juga menjadi perhatian. Karantina Kalbar mengusulkan penyediaan komputer yang terintegrasi, jaringan internet nirkabel (Wi-Fi) yang stabil, hingga sistem pengawasan CCTV guna mendukung proses pemeriksaan dan administrasi secara lebih cepat.

Langkah tersebut dinilai mampu memangkas waktu pelayanan sekaligus meningkatkan akurasi dalam proses sertifikasi komoditas ekspor.

General Manager PT Pelindo Regional 2 Pontianak, Yanto, menyatakan dukungannya terhadap penguatan layanan karantina di Terminal Kijing. Menurutnya, peningkatan fasilitas operasional menjadi bagian dari upaya mempercepat arus logistik dan meningkatkan daya saing pelabuhan.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Kalimantan Barat, Ferdi, menegaskan bahwa kenyamanan dan efektivitas kerja petugas menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan fasilitas tersebut.

Baca :  Harisson Ungkap Siasat Amankan Aset Pemprov Kalbar yang Diduduki Warga

“Fokus utama kami adalah memastikan petugas di lapangan dapat bekerja dengan nyaman dan cepat berkat dukungan fasilitas yang siap pakai. Kami berkomitmen menyediakan fasilitas terbaik agar proses pemeriksaan komoditas ekspor unggulan dapat dilakukan secara efektif dan efisien,” ujar Ferdi.

Kolaborasi antara Karantina Kalimantan Barat dan Pelindo diharapkan mampu memperkuat posisi Pelabuhan Kijing sebagai simpul logistik modern di Kalimantan Barat. Dengan layanan karantina yang semakin cepat, akurat, dan terdigitalisasi, peluang komoditas unggulan daerah menembus pasar internasional diyakini akan semakin terbuka.

Modernisasi layanan tersebut juga menjadi bagian dari strategi meningkatkan daya saing ekspor Kalimantan Barat, terutama untuk komoditas pertanian yang terus menunjukkan tren permintaan tinggi di pasar global. Terminal Kijing pun diproyeksikan semakin berperan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekspor dan perekonomian daerah. (*/)